Share
Ruud Gullit kala membela Belanda di Euro 1988 (Foto: Getty Images)

Gullit Kenang Kesempurnaan 1988

Randy Wirayudha

Selasa, 27 Maret 2012 - 18:29 wib

GROZNY – 99 persen pecinta sepakbola dunia sudah pasti mengenal Ruud Gullit. Dengan rambut nyentrik dan pesonanya melukis prestasi di kanvas berwujud rumput hijau, Gullit memesona Eropa dan dunia di era 80an.

Tapi ada satu momen yang dianggapnya paling sempurna dalam keseluruhan kariernya. Musim panas 1988 menjadi one moment in time bagi sang legenda. Segalanya sudah bagaikan sebuah film dengan happy ending bagi Gullit dan timnas Belanda kala itu.

Gullit mengenang kekalahan laga perdana melawan Uni Soviet, soal penyelamatan hebat kiper Hans van Breukelen di final, ‘goal in a million’ torehan van Basten, hingga kesempurnaan itu ditambah antusiasmenya menyaksikan konser Whitney Houston yang kebetulan digelar sebelum final. Begini penuturan Gullit saat mengenang Euro 1988 di Jerman Barat, seperti yang disadur UEFA.com, Selasa (27/3/2012).

"Sudah seperti di dalam film saja. Anda memenangkan trofi Eropa, lalu anda merayakannya dengan gila. Saya merasa seperti berdiri tegak di atas dunia. Anda melihat ke segala lini dan tiba-tiba, semua itu terjadi begitu saja,".

"Yang lucunya, tahun 88’ kami dikenal memainkan sepakbola terbaik, tapi kalah di partai pertama melawan Uni Soviet, kalah berkat serangan balik mereka. Berat bagi kami menerimanya karena kami merasa bermain lebih baik. Setelah itu, kami bertekad harus selalu menang,".

"Banyak tekanan yang mendera saya, karena saya menjalani musim yang bagus bersama klub (AC Milan); semua orang mengharapkan saya membawa prestasi yang sama – tapi saya mengalami keletihan. Beruntung, Van Basten dalam kondisi bugar. Yang saya lakukan hanyalah mengoper bola kepadanya sesegera mungkin."

"Lalu di semi final kami bertemu Jerman dan kami menang. Luar biasa rasanya menang atas Jerman di negara mereka sendiri setelah 32 tahun lamanya. Untuk merayakannya, saya pun mengatur sebuah pesta untuk para pemain, para istri rekan-rekan saya, fans, wartawan dan siapapun di sebuah diskotek."

"Sehari sebelum final kami mainkan, saya mengajak rekan-rekan saya menyaksikan konser Whitney Houston – bisakah anda bayangkan? Saat final, kami pun bersorak: ‘Lihat, kami mengadakan pesta, menonton konser Whitney Houston; dan sekarang kami di sini memperjuangkan trofi Eropa,".

"Saat final, saya sudah merasa performa telah kembali. Saya sudah cukup tidur dan menerima terapi pijat. Rinus Michels (pelatih Belanda saat itu), tahu saya sudah kembali bugar dan dia bilang: ‘Silahkan anda ambil lagi semua tendangan bebas, anda sudah kembali fit’. Kata-kata itu membantu saya mencetak gol lagi. Lalu ada gol ajaib Van Basten. Gol yang takkan pernah bisa dia bikin lagi meski disediakan sejuta peluang,".

"Lalu, saya juga ingat saat pulang ke Belanda dan kapten punya ide yang menarik, membawa pesawat mengitari angkasa kota Eindhoven. Kami pun disuruh melambaikan tangan kepada semua orang. Lalu saya pun berseloroh: ayolah, cepat turunkan kami, jangan terus melambai di pesawat. Turunkan pesawat ini dan kita rayakan saat mendarat saja," tuntas Gullit.

klasemen
  • Liga Inggris
    Tim Poin
    1 Manchester United FC 6
    2 West Bromwich Albion 6
    3 Watford 4
    4 Liverpool 4
  • Liga Spanyol
    Tim Poin
    1 Real Sociedad 3
    2 Leganes 3
    3 Valencia CF 3
    4 Athletic Madrid 1
  • Liga Italia
    Tim Poin
    1 Juventus 3
    2 Napoli 3
    3 Udinese 0
    4 Bologna FC 0
  • Liga Jerman
    Tim Poin
    1 Borussia Dortmund 3
    2 FC Bayern Munich 3
    3 FC Schalke 04 3
    4 Hertha BSC 3