Musimnya Para Underdog

|

Randy Wirayudha - Okezone

APOEL Nicosia, tim paling mengejutkan di Champions League musim ini (Foto: Getty Images)

Musimnya Para Underdog
Panggung Champions League musim ini kian menarik untuk terus diikuti tanpa sekalipun boleh kita lewatkan. Sejumlah tim-tim mapan Eropa bertumbangan dan kubu-kubu underdog yang mulai (kembali) bergejolak membuat langganan jajaran elite Eropa tergusur satu demi satu.
 
Inilah musimnya para kontestan underdog yang biasanya hanya menjadi tim penggembira saat para langganan ‘arisan’ titel Eropa dengan mudahnya melangkah ke babak-babak yang lebih ketat. Tapi kenyataannya, para dominator benua biru malah harus tersentak karena harus gugur lebih awal.
 
Sejatinya hingga memasuki babak play off, enam tim-tim yang sedianya selalu gugur di babak grup, secara mengejutkan mampu unjuk gigi musim ini. Sebut saja, Bayer Leverkusen, Olympique Marseille, CSKA Moskva, Zenit St. Petersburg, SL Benfica, dan yang paling membuat para pengamat mengernyitkan mata, APOEL Nicosia.
 
Kuda hitam asal Siprus itu masih asing di telinga para penikmat pentas Eropa, meski pertama kali menjejak putaran final, dua musim lalu (2009/2010) . Dari jajaran skuadnya, mungkin hanya nama Nuno Morais yang punya nama sedikit nyaring karena memang Morasi merupakan mantan pemain Chelsea di musim 2004 hingga 2007.
 
Jika ingin membahas APOEL lebih mendalam, mungkin takkan ada cukup tempat. Sederhananya, adalah hal yang fantastis bagi tim seperti APOEL mampu masuk ke delapan besar dan mendapat kehormatan meladeni Real Madrid, salah satu tim bertabur gelar Eropa.
 
Kekecewaan yang paling mengejutkan datang dari tim raksasa Inggris, Manchester United. Adalah FC Basel yang menghadirkan luka mendalam bagi skuad Sir Alex Ferguson usai digagalkan tim asal Swiss itu dan terlempar di babak grup. Basel memenangi dua kali duel di grup C, baik di kandang United maupun di kandang sendiri.
 
Belakangan, Basel tetap harus tunduk pada kebesaran nama Bayern Munich. Basel terkubur dengan agregat 7-1. Sementara tim Jerman lainnya, Leverkusen yang tampil luar biasa di babak grup, juga harus kandas di 16 besar setelah kalah agregat 2-10 dari favorit juara, Barcelona.
 
Duo tim Rusia, CSKA dan Zenit, memang sudah tak asing kasat mata. Keduanya pantas mendapat aplaus – terutama Zenit, yang lolos dari jeratan FC Porto dan Shakhtar Donetsk di grup G, meski belakangan keduanya juga harus gagal di babak perdelapan final.
 
Yang paling membuat animo pecinta bola meninggi, tentu APOEL dan Marseille. Keduanya lolos dengan luar biasa. APOEL lolos dari sergapan Olympique Lyon, sementara Marseille sukses menambah derita Inter Milan yang memang terpuruk di kompetisi lokal.
 
Sepanjang sejarah Champions League, memang tak ada ‘larangan’ atau bahkan kemustahilan untuk para kuda hitam menyempilkan nama di antara para jawara Eropa yang sering membawa pulang trofi Champions.
 
Sejarah berbicara, selama ini sudah ada lima wakil kuda hitam yang menyerobot trofi Eropa dan membuat publik terkejut terpana. Langkah para kuda hitam sudah dimulai di musim 1966-1967. Glasgow Celtic adalah sang pionir dengan mengalahkan Inter Milan 2-1 di final.
 
Selanjutnya, napak tilas tim kuda hitam diikuti Feyenoord Rotterdam di musim 1969-1970. Tim asal Belanda itu dinobatkan sebagai raja Eropa baru setelah memenangkan duel final 2-1 atas sang perintis underdog, Celtic.
 
Tim underdog ketiga datang dari ranah Britania, Aston Villa di musim 1981-1982. Di final, The Villans menang tipis 1-0 atas Bayern Munich. Pijakan Villa pun diikuti Red Star Belgrade (1990-1991). Dan terakhir, FC Porto yang di final juga bersua tim kuda hitam lainnya, AS Monaco.
 
Peluang delegasi tim-tim underdog kini tersemat di pundak Benfica, Marseille dan APOEL. Kini pertanyaannya, apakah para tim kuda hitam ini mampu meneruskan tradisi para pendahulunya yang membuat mata dunia terbelalak lagi?
(raw)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Inter Targetkan Winger Atletico & Tertarik dengan Lucas