MALANG - Pertandingan derby Malang antara Persema Malang versus Arema FC dipandang sebagai pertandingan krusial. Selain upaya memperbaiki posisi di papan klasemen, pertandingan ini juga sarat dengan gengsi dalam berebut pengaruh di Kota Malang.
Arema sebenarnya jauh lebih baik dibanding saudara tuanya itu jika melihat sisi historis. Arema mempunyai prestasi lebih bagus sepanjang sejarah berdirinya klub pada 1987. sedangkan Persema yang jauh lebih tua, tak lebih sebuah tim medioker dan tak pernah mencatat prestasi membanggakan.
Inilah yang menjadikan Persema selalu ngotot untuk mengalahkan Arema di setiap pertandingan derby. Maklum, publik Malang sendiri lebih condong ke Arema dibanding Persema. Itu jika diukur dari animo publik sekaligus minat supporter yang datang ke stadion saat kedua tim bertemu.
Namun tampaknya sisi historis tak berlaku bagi Persema. Menyambut derby edisi pertama di Indonesian Premier League (IPL), klub berjuluk Laskar Ken Arok bakal berjuang mati-matian untuk mereguk kemenangan. Persiapan intensif pun telah dilakukan pelatih Slave Radovski.
Satu fenomena unik adalah proses karantina pemain. Ini sebelumnya tidak pernah dilakukan sejak Laskar Ken Arok ditangani pelatih asal Makedonia tersebut. Para pemain dikarantina di tempat khusus yang tidak diketahui publik dan bahkan steril dari hubungan luar.
“Bahkan istri atau keluarga tidak boleh datang hingga pertandingan nanti. Ini bertujuan agar pemain benar-benar konsentrasi ke pertandingan. Pertandingan menghadapi Arema jelas sangat penting dan kami serius ingin memenangkan pertandingan,” ungkap Slave Radovski kepada wartawan.
Pemain yang dikarantina juga tidak boleh melakukan kesalahan, baik sesi latihan maupun di tempat karantina. Kesalahan apa pun bakal dikenai sanksi yakni denda Rp1 juta. Kesalahan yang dimaksud adalah pemain tidak menghormati proses karantina yang diberlakukan pelatih.
“Pemain harus disiplin saat karantina. Ada sanksi bagi yang melanggar. Tidak ada alasan untuk tidak menghormatinya,” tegas Slave. Langkah ini dipandang penting untuk mempersiapkan pasukan baik dari segi fisik maupun fokus pemain. Utamanya lebih mudah memantau persiapan jelang pertandingan.
Sementara, Arema lebih terfokus pada pemulihan fisik pascapertandingan di level Asia kontra Navibank Saigon. Setiba dari Vietnam, Jumat (23/3), pemain langsung diinstruksikan istirahat total untuk memulihkan stamina yang terkuras karena pertandingan sekaligus perjalanan Ho Chi Minh City-Malang.
Kemarin Dejan juga hanya latihan ringan dan tidak terlalu memforsir pemainnya secara berlebihan. Baru hari ini rencananya tim berlogo kepala singa bakal latihan secara 'serius' sekaligus menjajal Stadion Gajayana, tempat laga berlangsung Senin (26/3) malam.
“Tidak ada agenda khusus untuk pemain. Kami lebih menekankan pada pemulihan kondisi karena bertanding tiga kali dalam sepekan jelas sangat berat. Secara umum tidak ama persoalan apa-apa, hanya kami butuh istirahat untuk menghadapi pertandingan derby,” cetus Noor Ramadhan, Media Officer Arema FC.
Kondisi fisik layak menjadi perhatian khusus karena sejauh ini tim asuhan Antonic Dejan tidak mempunyai pemain pelapis yang memadai. Untuk melakukan rotasi jelas sangat riskan karena pemain yang duduk di bangku cadangan kualitasnya belum teruji benar.
(Fitra Iskandar)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.