JAKARTA - Menelan dua kekalahan beruntun, tim nasional (timnas) U-21 coba berbenah. Dari dua partai yang diakhiri dengan kekalahan, faktor demam panggung masih jadi kendala Yosua Pahabol dkk.
Terbaru, timnas muda Merah Putih baru saja digebuk empat gol tanpa balas oleh Persiba Bantul di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (15/2). Kekalahan, 4-0, yang dialami timnas muda Merah Putih, jadi hasil terburuk dalam tujuh laga uji coba yang telah dilewati.
Secara bergantian skuad asuhan Muhammad Basri, membombardir gawang timnas U-21 yang dikawal Muhamad Ridwan. Pesta gol Laskar Sultan Agung, julukan Persiba, diawali lewat tendangan penalti Ugik Sugianto pada menit ke-5. Persiba menutup jalannya babak pertama dengan skor, 2-0, setelah Busari mencetak angka pada menit ke-40.
Memasuki jalannya babak kedua, tidak ada perubahan mencolok dari timnas muda Merah Putih. Dengan begitu, Persiba tetap leluasa memainkan strateginya. Tepatnya pada menit ke- 58, Emmanuel Cristori membuat Persiba memperlebar kedudukan. Dan 18 menit setelah Cristori mencetak gol ketiga, Cornelis Kaimu berhasil menutup kemenagan Persiba, 4-0.
"Secara hasil memang mengecewakan, kalau dilihat dari segi permainan. Tapi saya lihat di babak kedua, sudah ada peningkatan dari segi pressure, menciptakan peluang, ball possesion jalan semua. Pemain memang sempat down, setelah adanya penalti diawal pertandingan. Pemain agak nervous memang. Tapi saya juga harus akui jika Persiba Bantu tim yang matang," ungkap pelatih timnas U-21, Widodo C Putro.
Walau dipermak Persiba, Widodo tetap menilai laga tersebut akan memberikan pembelajaran terbaik bagi anak-anak asuhnya. Sama seperti apa yang disampaikan Widodo saat dikalahkan, 0-2, oleh Hyundai Mipo Dolphin FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, (10/2), timnya sudah merasakan atmosfer dalam sebuah pertandingan.
Atmosfer pertandingan sesungguhnya, memang sangat dibutuhkan timnas muda Merah Putih sebelum mengikuti turnamen Sultan Hasanah Bolkiah Trophy di Brunei Darussalam, 27 Februari sampai 5 Maret mendatang, di mana Indonesia tergabung di Grup A, bersama tuan rumah Brunei Darussalam, Singapura, Filipina, Laos, dan Myanmar.
"Tentu banyak pelajaran yang kami dapat, terutama di dua laga uji coba terakhir. Atmosfer pertandingan, pengalaman bertanding dengan tim-tim yang level permainannya ada di atas tim kami. Tapi saya terus berikan semangat kepada pemain, agar tidak terpengaruh atas hasil di dua uji coba terakhir," terang Widodo.
Timnas U-21 sendiri, sudah tujuh kali menjalani laga uji tanding. Dari tujuh laga yang dimainkan, empat partai diakhiri dengan kemenangan, satu kali imbang, dan dua kali tumbang. Uji pertama Timnas U-21 menang telak, 3-0, dari timnas U-17. Kedua, kembali meraih kemenangan, 1-0, dari Jakarta FC. Uji coba ketiga dan keempat dilewati juga dengan kemenangan, saat timnas U-21 menundukan Persikabo Bogor U-21, 1-0, dan Persikabo gabungan U-21 dan senior, 2-0.
Sementara diuji coba kelima Makassar United berhasil menahan imbang timnas muda Merah Putih dengan skor kaca mata. Dan dua kekalahan didapat pada dua uji coba terakhir kontra Hyundai 2-0, dan Persiba 4-0. Dari serangkaian uji coba yang dilakukan, tim Universitas Negeri Yogyakarka (UNY), akan dijadikan lawan uji tanding terkahir pada tanggal 18 Februari mendatang.
"Ada dua hal yang ingin kami benahi saat beruji coba dengan UNY. Tingkat kebugaran dan kepercayaan diri dari pemain menjadi dua faktor yang utama untuk menjalani uji coba terakhir sebelum ke Brunei," tandas Widodo.
(Achmad Firdaus)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.