(Foto: Ilustrasi okezone)
JAKARTA - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, belum ambil langkah sanksi atas batalnya laga Arema FC Malang kontra Bontang FC, Sabtu (11/2). Komdis masih akan mempertemukan beberapa pihak yang berkonflik.
Batalnya laga Bontang kontra Arema di Stadion Gajayana, Malang, lantaran adanya dua Arema yang berebut ingin bertanding saat itu. Namun, pada akhirnya pihak kepolisian setempat memutuskan untuk tidak memberi izin pertandingan tersebut digulirkan, keputusan itu diambil agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sebelumnya, pertandingan antara Arema kontra Bontang, akhirnya ditiadakan karena dualisme yang terjadi di tubuh tim Singo Edan. Dari kabar yang berkembang, pihak M Nur melalui Peni Suparto memaksakan Noh Alam Shah dkk yang berhak bermain. Namun, dari kubu Arema yang ada di bawah manajemen Ancora tetap menginginkan pemain yang dilatih Dejan Antonic yang bermain.
Ketua Komdis Benhard Limbong menyatakan, jika dirinya akan mempertemukan pihak-pihak yang berselisih. Peni Suparno, Muhamad Nur, dan Lucky Acub Zaenal akan dimintai keterangan, mengapa masalah ini bisa terjadi di klub berjuluk Singo Edan tersebut.
"Kami belum mau memberikan keputusan apapun soal batalnya kasus tersebut. Saya meminta pihak Arema dan Bontang sendiri bersabar. Saya masih ingin berusaha mempertemukan para petinggi Arema seperti Peni, M. Nur, dan Acub Zaenal untuk mencari sebenarnya apa pangkal dari permasalahan yang terjadi," ungkap Limbong saat dihubungi HATTRICK, kemarin.
Menurut Limbong, kebijakannya untuk menunda putusan soal batalnya laga antara Arema dan Bontang, bukan karena Komdis tidak tanggap. Tapi, lebih dulu berusaha menelaah mengapa bisa muncul dua klub Arema di kompetisi Indonesia Premier League (IPL).
"Masalah ini pasti akan kami proses, tapi tentu kami pun harus mengerti dulu dimana pangkal dari masalah yang terjadi. Adanya dua klub mengatasnamakan Arema, menjadi awal kenapa laga tersebut bisa batal digelar. Oleh karena itu, kami ingin berusaha mencari dulu dimana pokok dari masalah yang terjadi," terang Limbong, yang juga menjabat sebagai penanggung jawab tim nasional (timnas) Indonesia. (Decky Irawan Jasri (Koran Sindo)/Koran SI/acf)