Solusi KONI untuk PSSI

Rabu, 8 Februari 2012 16:14 wib
PSSI / IST
PSSI / IST
JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) KONI Pusat Tono Suratman, siapkan tiga solusi untuk menyelesaikan konflik PSSI. Ketiga solusi tersebut diambil setelah melakukan komusikasi dengan PSSI dan Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI).

Konflik berkepanjangan yang sedang dialami persepakbolaan Indonesia, menjadi perhatian berbagai pihak. Tidak hanya pihak-pihak yang bersinggungan langsung dengan sepakbola yang bergerak. Tapi, masalah ini sudah menjadi perhatian khusus pemerintah untuk mencari jalan keluarnya.

Dari kubu KPSI, Tono mengaku memulai pertemuan dengan beberapa pentolan KPSI seperti Harbiansyah Hanafiah, Hinca Pandjaitan, dan Syahrir Taher. Sedangkan di kubu PSSI, Tono bertemu langsung dengan kepengurusan Djohar Arifin Husin dan seluruh jajarannya.

Tidak hanya sampai sebatas itu, usaha KONI selesaikan konflik PSSI. Langkah lebih tinggi pun dilakukan Tono, seperti bertemu dengan Aburizal Bakrie dan Nirwan Dermawan Bakrie. Kembali tidak sampai disitu usaha Tono untuk menyatukan perbedaan persepsi diantara kedua kubu yang berseteru tersebut.

 Tono akhirnya bisa membuat Nirwan dan Djohar duduk bersama dalam mencari solusi. Kedua pihak ini dipertemukan di restoran Bima Sena, Jakarta, Rabu 1 Februari yang lalu. Pertemuan sendiri dimulai sekitar pukul 22.30 sampai pukul 01.00 dini hari. Dan menurut Tono, masing-masing pihak menyambut positif pertemuan yang terjadi.

 "Pak Djohar tanggapi pertemuan itu dengan positif, sementara pak Nirwan pun juga begitu. Dan sampai saat ini, kami masih menunggu tindak lanjut dari pertemuan tersebut dalam satu pekan ke depan. Semoga ada jalan terbaik," ungkap Tono, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi X DPR RI, Menpora, KONI, KOI, dan Satlak Prima, di Gedung MPR/ DPR, Jakarta, Selasa (7/2/2012) malam.

"Saya tambahkan disaat itu diskusi berjalan dengan baik. Saya juga sampaikan di sana, jika olahraga sepakbola bukanlah milik dua kelompok. Sepak bola milik seluruh masyarakat Indonesia. Dan saya tegaskan, untuk tidak perlu ada Kongres Luar Biasa (KLB), karena masalah ini bisa diselesaikan dengan baik-baik," sambung mantan ketua Satuan Pelaksana Indonesia Emas (Satlak Prima) tersebut.

 Walau pertemuan-pertemuan tersebut belum melahirkan keputusan final, ada beberapa garis besar yang coba diambil KONI. Ketiga solusi yang coba disiapkan KONI adalah, kedua liga yaitu Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) dijadikan satu dengan memakai peraturan dari PSSI.

Sementara dua solusi lainnya, dicari liga terbaik dan liga terbaik itulah yang dipakai seterusnya. Sedangkan solusi ketiga, jika terjadi Kongres Tahunan 18 Maret mendatang, para pemilik suara yang berhak menentukan suaranya adalah pengurus-pengurus yang mempunyai suara dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Solo. Dimana saat itu, Djohar terpilih menggantikan Nurdin Halid sebagai ketum PSSI.

"Memang awal mula dari pergerakan ini, kami diminta pak Menteri untuk melakukan mediasi menyelesaikan masalah PSSI. Saya coba kumpulkan data dari kedua belah pihak. Dan dari pertemuan tersebut, saya coba cari kesimpulan pertemuan untuk dijadikan solusi," terang Tono.

Usaha yang tengah dilakukan pemerintah dan KONI, didesak Komisi X DPR RI harus segera terselesaikan. Djamal Aziz, salah satu anggota Komisi X DPR RI menekankan, jika proses penyelesaian jangan berlarut-larut. Dan jika itu yang terjadi, semua akan terasa sia-sia, jika FIFA sebagai badan sepak bola dunia malah menjatuhkan hukuman untuk sepak bola Indonesia.

"Ingat FIFA meminta PSSI untuk selesaikan masalah ini secapat mungkin. Untuk itu tidak ada waktu lagi untuk menunggu terlalu lama. Jangan sampai usaha ini malah jadi sia-sia, jika hukuman itu sudah diberikan FIFA," tandas Djamal.
 
(Decky Irawan Jasri (Koran Sindo)/Koran SI/win)
  • andalas » 0 Tanggapan
    bikin liga baru yg merupakan gabungan IPL & ISL, mungkin LIGA SUPER PRIMA INDONESIA atau LIGA PERSATUAN NASIONAL, bagaimana..........
    Beri Tanggapan Laporkan
  • DEDEN DARISMAN » 0 Tanggapan
    Suatu kemunduran MENPORA kalau anjuran ada dualisme ISL/IPL di PSSI. Yg mudah jangan di buat susah.Cnth salahnya PSSI tambah 6club seenaknya.PSSI JOHAR pembohong memperkeruh PAPUA PERSIPURA di permainkan.lebih baik anjuran KONI ambil solusi ke 3 Kongres tahunan yg berhak menentukan suara yg ikut KLB SOLO. BRAVO KONI.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • bary » 0 Tanggapan
    suspend..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • CISEI » 4 Tanggapan
    kedua liga yaitu Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) DIAKUI DUA2NYA OLEH PSSI. ITULAH SOLUSI TERBAIK ,KRN UTK SAAT INI TDK MUNGKIN UTK MENYATUKAN DUA LIGA INI KRN DUA2NYA SDH JALAN...!
    • DEDEN DARISMAN
      Kagak mungkinlah ada 2lisme di PSSI kacau adanya bung.Apa mau INDONESIA ada 2 president.
    • sabar
      biarkan tetap jalan ( diakui ) akhir musim dicari yang terbaik dari kedua liga tersebut di tambah dari promosi divisi utama dan untuk penyelenggara liga di cari yang terbaik atw melalui tender.
    • irkhan
      kenapa tidak di adu aja IPL VS ISL Lalu di ambil 18 Club terbaik itu solusi paling Jitu
    • john
      aturan FIFA tidak memungkinkan, kecuali mau disanksi. Bahkan liga ilegal tetap jalan tanpa diakui pun, sanksi jatuh juga.. Artinya, disatukan, atau yang ilegal dihapus....hanya itu yg dimungkinkan oleh FIFA.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • bayu widodo » 3 Tanggapan
    apa tidak tahu ya KONI kalau PT.LI tidak mau melaporkan keuangannya. Dan ini yang menjadi pangkal persoalan. orang KPSI dengan segala cara ingin menyelamatkan penyelewengan keuangan mereka dengan isu isu KLB dan lain-lain ?
    • penggemarbola
      @bigboss: memang benar akan lebih enak benerinnya kalau LI dibawah PSSI, awalnya memang begitu PSSI minta PT LI di audit tp PT LI menolak karena merasa PSSI yg sekarang tdk berhak. Mereka hanya mau di audit oleh PSSI pengurus lama. dan PT LI menganggap PSSI bukan dimiliki oleh PSSI karena sahamnya sudah dibagi-bagikan ke klub (tanpa persetujuan PSSI sbg pemilik sah). Karena itulah PSSI membentup PT LPIS sebagai gantinya dan menjalankan Liga LPI.
    • bigboss
      kalo memang PT.LI gak mau transparan soal keuanganx kan lebih enak betulinya kalo masih di bawah PSSI, tapi kan PSSI sendiri yang ganti PT.LI sama PTLPIS , PSSI lebih percaya sama PTLPIS yang belum teruji kemampuanx dari pada ngebetulin PT.LI ,jadi kalo ditanya ini salah siapa ya salah PSSI yang tidak bijak dalam menentukan sesuatu yang hanya berdasarkan rasa tidak suka ketimbang memperbaiki sesuatu yang ada menjadi lebih baik, jadi ya begini lah jadinya semoga semua cepat sadar.
    • wadul
      setuju mas, koni sekarang b**o gak bisa melihat akar permasalahan, mendingan ketika dipimpin ma bu rita
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit