Klaas Jan Huntelaar.(foto:Vogue)
Oleh rekan satu timnya di Schalke Klaas-Jan Huntelaar dikenal sebagai sosok yang cerdas tapi juga iseng. Saat ditemui FIFA.com, reputasi itu ternyata tidak salah. Tapi ketika subjek pembicaraan serius mengalir, raut senyum Huntelaar yang periang itu hilang.
“Kalah di final selalu menyakitkan, begitu pun yang saya rasakan,” lirih Huntelaar mengenang kekalahan Belanda di final Piala Dunia 2010 dari Spanyol.
Huntelaar kembali menjadi perbincangan setelah sempat redup saat membela Real Madrid dan AC Milan. Bersama Schalke musim ini, Hunter, julukan Huntelaar, membukukan 16 gol dari 19 penampilan.
Ketajaman Huntelaar bisa menjadi ancaman serius bagi Jerman, negara tempat Hunter saat ini mendulang euro. Lantaran, Huntelaar bersama Belanda berada satu grup dengan Jerman di Grup B Euro 2012.
“Saya banyak kenal pemain Jerman terutama yang main di Bundesliga,” ujar Huntelaar santai. “Dengan teman-teman saya di Schalke kami sudah saling meledek satu sama lain soal itu.” Huntelaar mengaku tidak sabar menanti laga spesial itu.
Huntelaar sama sekali tidak ragu. Sejak kecil bocah yang lahir di Voor-Drempt, sebuah desa di Achterhoek Belanda 28 tahun silam memang selalu antusias terhadap sepakbola.
Huntelaar kamu mulai mencetak gol sebagai pemain remaja di VV Hummelo dan Keppel. Apakah memang ini cita-cita mu, sebagai pemain sepakbola?
Saya tidak pernah meragukan saya akan jadi pemain profesional suatu ketika, seperti saat ini, karena itu satu-satunya yang saya inginkan sejak kecil. Sejak awal saya hanya ingin mencapai tujuan itu, dan tidak pernah beralih. Berkat dukungan orangtua, keluarga dan teman-teman saya bisa seperti sekarang.
Pertama kamu bermain pro di Eindhoven. Apa cita-cita mu saat itu?
Sebagai remaja, saya sangat ingin bermain di Ajax Amsterdam. Itu impian terbesar saya, tapi saya menjadi profesional dengan PSV, rival berat Ajax (tertawa). Tapi saya selalu setia dengan diri sendiri. Saya akhirnya sampai di Ajax dengan rute melingkar, mendapatkan kesempatan di sana.
‘Rute memutar’ adalah Heerenven, di mana kamu pertama kali menyedot perhatian, dan di mana kamu dijuluki ‘Hunter’. Bagaimana menurut mu soal sebutan itu?
Banyak julukan buruk (tertawa). Saya suka Hunter, tapi itu tidak ada artinya melainkan hanya sebuah nama. Itu selalu terjadi di sepakbola. Yang saya inginkan hanya mencetak gol, menikmati permainan dan sukses. Yang penting apa yang terjadi di lapangan. Semua di luar itu hanya gangguan menyenangkan tapi tidak penting.
Sepakterjang mu di Real Madrid dan AC Milan relatif kurang bersinar.Apakah kamu mau mencobanya lagi?
Anda akan tahu lebih baik jika melihat lebih dalam, tapi anda tetap tidak tahu apa alternatif yang pernah tersedia. Real Madrid adalah klub fantastic. Saya sangat menyukai permainan menyerang mereka, dan saya kira klub itu sangat bagus. Saya menghormati itu. Sepakbola Italia sedikit berbeda, tapi ada juga sisi bagusnya. Seperti banyak orang kadang-kadang bilang, setiap mawar pasti berduri.
Banyak yang bilang kamu seperti melukai tangan dengan mawar baru ketika pindah ke Schalke pada 2012. Awalnya memang seperti langkah mundur, tapi sepertinya itu langkah yang tepat, kemudian…
Bergabung dengan Schalke bukan langkah mundur. Klub selalu ada di deretan top Jerman dan setelah karier saya di AC Milan, transfer menjadi arah yang tepat, terutama karena saya selalu dimainkan di posisi favorit center-forward.
Setelah kedatangan mu ke Schalke anda mulai mencetak gol. Terlepas dari mendapatkan posisi favorit mu, apa kemiripan dengan tempat lahir mu di Drempt yang jadi kontribusi, jauh sebelum karier segala yang kurang sukses di Madrid dan Milan?
Saya tidak bermasalah dengan kehidupan glamour di Madrid dan Milan. Istri dan saya menikmati waktu di Spanyol, di mana anak pertama kami lahir. Sekarang kami tinggal di Belanda, dan saya bisa lebih berkonsentrasi ke sepakbola.
Keluarga sangat penting bagimu. Kamu sudah punya dua anak, tapi masih sangat dekat dengan ayah. Apakah benar dia masih mengantar mu ke tempat latihan?
Betul, ayah saya mengantar saya ke Schalke dua atau tiga kali sepekan. Ini seperti ketika saya masih kecil. Kami bicara soal performa saya dan sepakbola. Dia membant usaya untuk membentuk saya.Keluarga penting bagi saya dan sangat mempengaruhi performa saya. Bersama Schalke saya jadi lebih dekat dengan ruma, itu ideal.
Kampanye mu musim ini sangat impresif dengan 27 gol dari 29 penampilan. Apa evaluasi mu untuk musim ini?
Saya mencoba terus mencetak gol. Saya selalu memberikan segalanya di lapangan dan fokus memanfaatkan peluang yang didapat. Apapun, yang terpenting adalah kemenangan tim,, dan saya tidak peduli apakah saya mencetak gol atau hanya memberikan assist untuk itu. Yang menentukan adalah kerjasama yang baik, dan dengan sendirinya sukses akan mengikuti.
Rekan satu tim kamu Levis Holtby pernah bilang kamu akan tetap mencetak gol meski mereka memindahkan kepalamu. Apa sih kunci suksesnya?
Bahkan jam rusak (berhenti) menunjukkan waktu yang tepat dua kali sehari! Ini serius. Saya coba konsentrasi penuh dan eksklusif dalam setiap situasi yang terjadi di pertandingan, dan memaksimalkannya. Jika saya melihat celah di pertahanan, saya mencoba untuk membawa bola ke gawang. Sejauh mana peluang terbuka, saya mengambil keputusan berbeda untuk mencapai sukses terbesar.
Teman-teman kamu di Schalke juga menggambarkan kamu sebagai pria cerdas yang suka bergurau. Itu penilaian tepat?
Karakter saya riang. Dengan tekanan dan konsentrasi, penting untuk saya menikmati sepakbola dan hidup saya di luar pertandingan. Itu cara saya menghasilkan performa terbaik.
Di Piala Dunia 2010 kamu juga bermain cukup bagus, tapi apakah ada yang kamu sesalkan dari turnamen itu?
Pasti. Kami berjalan cukup auh dan kemenangan atas Brasil sangat spesial. Kamu akan terpukul ketika kalah di final, itu juga saya rasakan.Saya ingin memberikan kontribusi lebih besar untuk kesuksesan tim. Sayangnya itu tidak berjalan. Jadi kalau menengok ke belakang, saya kecewa.
Setelah Piala Dunia, kamu menjadi bintang di kualifikasi Euro 2012. Apa peran mu di timnas saat ini?
Saya bermain lebih banyak, dan sebagai tim kami melakoni kualifikasi dengan bagus. Saya mencetak rekor baru dan itu fantastik. Itu modal kami. Pertandingan persahabatan terakhir melawan Jerman mengeceakan (kalah 3-0), tapi pembentukan tim untuk Euro baru mulai dari sekarang.
Nanti Belanda akan menghadapi Jerman di babak grup.Pertemuan dengan Jerman selalu istimewa bagi pemain Belanda, dan pasti akan lebih istimewa karena kamu bermain di Bundesliga?
Ya itu akan jadi pertandingan spesial untuk saya, karena saya bermain di Liga Jerman.Menghadapi Jerman di turnamen akan menyenangkan, dan saya tidak sabar untuk tiu. Di Schalke kami sudah saling meledek soal itu (tertawa).
Belanda juga akan ketemu Denmark, yang pernah dikalahkan di Afrika Selatan…
Tidak mudah mengalahkan Denmark di Piala Dunia.Kami unggul karena gol bunuh diri. Mereka memiliki tim yang bagus dengan pemain hebat seperti Christian Eriksen, Simon Kjaer, dan Nicklas Bendtner. Mereka bermain di level yang sangat tinggi dan perjalanan kualifikasi mereka menunjukkan mereka tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka mengalahkan Portugal di kualifikasi.
Di partai terakhir Belanda akan melawan Portugal yang diperkuat mantan rekan kamu di Real Madrid, Cristiano Ronaldo, dan Pepe. Apa penilaian mu tentang mereka?
Pepe dan Ronaldo adalah pemain hebat. Mereka memiliki mentalitas yang dibutuhkan dalam pertandingan seperti yang biasa ditunjukkan ketika mereka bermain di Madrid. Kami kerap bertemu Portugal, dan kami kalah di Euro 2004 dan Piala Dunia 2006. Kami ingin mengubahnya tahun ini.
Spanyol, Belanda dan Jerman adalah favorit di Euro 2012. Sejujurnya, apakah kamu yakin bisa mengangkat trofi?
Menurut saya, Spanyol yang favorit. Mereka menang di dua turnamen besar dan mereka memiliki gelandang terbaik di dunia. Itu membuat mereka berada di urutan pertama untuk gelar Eropa, dan mereka adalah tim untuk dikalahkan.
Ada tim yang bakal menyulitkan tiga besar itu di Euro nanti?
Saya kira Polandia bisa mengejutkan, meski saya kira mereka tidak akan keluar sebagai juara. Tuan rumah selalu memiliki keuntungan dibanding kontestan lain.Dan mungkin Italia, mereka punya sejumlah darah segar dalam skuad dan sejauh ini mereka sangat bagus.
(fit)