Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tekanan Persik Sedikit Berkurang

Kukuh Setiawan (Koran Sindo) , Jurnalis-Sabtu, 04 Februari 2012 |23:01 WIB
Tekanan Persik Sedikit Berkurang
Logo IPL (foto:Ist)
A
A
A

KEDIRI - Persik Kediri akhirnya bisa mencicipi kemenangan setelah menundukkan Persikab Bandung 0-1, Jumat (3/2). Walau akhirnya mencapai raihan maksimal, tapi Pelatih Persik Djoko Malis menampik timnya sudah sempurna untuk pertandingan selanjutnya.

Djoko menilai timnya belum optimal walau memetik kemenangan lewat gol Oliver Makor. Ditunjukkannya, secara permainan sebenarnya timnya di bawah Persikab yang lebih dominan. “Hanya saja kami lebih efektif. Saya senang akhirnya menang, tapi Persik belum apa-apa,” ujarnya.

Kemenangan ini pantas disyukuri Persikania, supporter Persik, karena timnya selalu gagal memangi pertandingan di lima pertandingan sebelumnya. Penampilan Persik membuat supporter frustrasi, hingga posisi pelatih Djoko Malis pun sempat dalam tekanan besar.

Kemenangan ini sekaligus mengurangi tekanan terhadap Djoko Malis yang baru bisa memberikan lima angka untuk timnya. Mantan pelatih Persmin Minahasa ini kemarin mengakui dirinya harus berjuang lebih keras untuk memuaskan tuntutan supporter maupun manajemen.

“Semuanya tidak seperti perkiraan. Saya datang ke sini dengan keyakinan Persik bakal langsung stabil. Tapi nyatanya banyak faktor yang membuat kami kesulitan di awal kompetisi. Kalau saya dalam tekanan, itu karena saya yang bertanggungjawab penuh terhadap hasil tim,” bebernya.

Setelah memberikan kemenangan perdana untuk timnya, kini pekerjaan Djoko adalah membawa Persik memenangi pertandingan kandang. Dua kali berlaga di depan publik sendiri, kontra PSS Sleman dan PSCS Cilacap, Macan Putih hanya mampu mendapatkan masing-masing satu angka.

Padahal idealnya tim bisa lebih termotivasi ketika tampil di depan supporter sendiri. Nyatanya kemenangan perdana justru diperoleh di luar kandang. Kini Djoko mempunyai waktu sekitar dua pekan sebelum kembali ke kompetisi Divisi Utama dengan menjamu PPSM Magelang pada 18 Februari.

“Yang terpenting kami sekarang mempunyai keyakinan bisa memenagi pertandingan. Sebenarnya keyakinan itu ada, namun beberapa kali dirusak faktor non teknis,” sebutnya. Yang dimaksud faktor non teknis adalah kepemimpinan wasit yang merugikan Persik di laga kontra PSIR Rembang dan PSCS Cilacap.

Sementara, Manajer Persik Sunardi mengatakan kemenangan Persik tersebut tak ternilai karena tim dalam kondisi kesulitan di awal kompetisi. Sunardi berharap ini sebagai awal kebangkitan Persik Kediri yang sejak kompetisi dimulai cukup kerasan di papan bawah klasemen Grup 2.

“Untuk sementara kami masih percaya dengan kemimpinan Djoko Malis. Kami belum berpkir untuk membuat keputusan soal pekerjaannya di Persik, walau sempat kesulitan memenangkan pertandingan. Kami benar-benar berharap Djoko bisa menjawab harapan publik Kediri,” kata Sunardi.

Sementara, di luar tim, Persik hingga kini masih mengeluhkan sekaligus memprotes pertandingan yang digelar setiap hari Jumat. Manajemen menilai itu mengurangi animo Persikmania ke Stadion Brawijaya. Situasi yang sama sebenarnya dialami tim lain, seperti madiun Putra FC (MPFC). Namun MPFC menyiasatinya dengan menggelar laga pada malam hari.

(Achmad Firdaus)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement