MALANG - Kedatangan pelatih anyar Antonic Dejan membawa atmosfir yang kurang nyaman bagi pemain Arema FC. Pelatih asal Serbia ini mengisyaratkan adanya perubahan besar dalam tim, terutama pemain mana yang karirnya bakal berlanjut hingga akhir musim.
Baru dua hari tiba di Malang, pelatih kelahiran 1969 sudah memberikan pernyataan yang membuat pemain was-was. Apalagi kalau bukan rencana pemangkasan skuad yang kini dianggap terlalu gemuk.
Setelah ada penggabungan tim yang pernah terpecah, tim beranggotakan lebih 30 pemain dan itu terlalu besar walau Singo Edan bakal bertanding di AFC Cup. Dejan berencana memangkas timnya dan menyisakan 24 pemain saja.
Karena itulah ia kini mendapat tugas ganda. Selain mempersiapkan tim untuk kompetisi, pelatih yang pernah menangani Kitchee FC juga menyeleksi pemain untuk mengetahui siapa saja yang layak berlanjut di Stadion Gajayana.
"Saya hanya butuh 24 pemain, tapi siapa saja yang bertahan masih saya lihat dulu. Saya perlu melihat karakter dan kualitas sesuai kebutuhan tim. Itu butuh proses," ucap Dejan yang menggantikan Milomir Seslija.
Kabar ini tentu saja membuat pemain was-was namanya bakal dicoret dari skuad tim berlogo kepala singa. Terutama pemain yang selama ini hanya menjadi penghias bangku cadangan. Untuk pemain inti, jelas peluang dipertahankan lebih besar.
Dejan sendiri mengakui bakal sulit memilih pemain yang bakal bertahan hingga akhir musim. Sebab kualitas pemain Arema cukup merata, sehingga dirinya perlu pertimbangan matang sebelum membuat keputusan.
Selain berencana memangkas pemain, Dejan juga ingin merekrut asisten pelatih dari negaranya. Jika benar begitu, maka bakal ada lebih dari satu asisten pelatih di tim Arema, karena sebelumnya sudah ada Abdulrahman Gurning yang dikontrak sejak awal musim lalu.
Dejan yang langsung bertanggungjawab menangani tim di Indonesian Premier League (IPL) telah menyaksikan latihan Arema walau anggota tim belum lengkap. Namun ia memastikan persiapan menghadapi laga pekan depan bakal maksimal.
Sementara, manajemen sendiri sudah mengetahui rencana perampingan tim dan mendukung penuh langkah Dejan tersebut. Manajemen malah mendukung karena keputusan ini juga berimbaas pada efisiensi tim, terutama menekan pengeluaran gaji pemain.
"Pelatih mempunyai wewenang penuh dalam membuat kebijakan di tim, termasuk pemain mana yang dipakai atau tidak. Kami melihat dari sisi positifnya, yakni efektifitas jika tim yang ada dikurangi," ucap Noor Ramadhan, Media Officer Arema FC.
Manajemen juga tidak akan mencampuri keputusan Dejan, terutama terkait pemangkasan pemain yang akan dilakukan. Pelatih dianggap mengetahui pasti bagaimana kebutuhan tim sepanjang musim.
(Randy Wirayudha)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.