MALANG - Indonesian Premier League (IPL) sementara istirahat setelah berlangsung empat pekan. Secara teknis, idealnya kompetisi ini sudah memainkan empat pertandingan. Kalau pun ada yang baru memainkan dua atau tiga laga, itu karena persoalan batalnya sejumlah tim yang berlaga.
Dari empat pertandingan yang dijalani, empat klub di Jawa Timur mencatat hasil yang sangat berbeda. Paling meyakinkan tentunya Arema FC yang telah memborong dua kemenangan di kandang. Sementara tim Singo Edan menempati posisi tiga klasemen sementara IPL.
Kejutan malah terjadi di Surabaya. Persebaya yang notabene perkasa di kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) musim lalu, masih tercecer di urutan delapan dengan tiga angka. Kekalahan dari Semen Padang membuat Persebaya diragukan bakal bisa kompetitif di papan atas.
Hasil lebih baik ditorehkan Persibo Bojonegoro yang sementara berada di peringkat enam dengan empat angka. Klub kebanggaan Kota Ledre masih boleh berbangga karena tidak terlalu buruk di awal kompetisi. Situasi paling mengejutkan justru dialami Persema Malang.
Sebagai runner up LPI musim lalu, Persema dipaksa pontang-panting di awal musim dengan dua kekalahan beruntun. Beruntung pada matchday ketiga di Jepara menghadapi Persijap, satu angka bisa dibawa pulang Slave Radovski yang sangat berguna untuk menambah mental pemain.
Apakah torehan di awal musim tersebut sebagai gambaran kekuatan tim? Tentu tidak. Kondisi yang dialami masing-masing tim juga dipengaruhi jadwal pertandingan. Persema misalnya, tiga laga awal IPL justru semuanya dilakukan di luar kandang.
Ini tentu berbeda dengan Arema FC yang baru memainkan dua partai yang semua laga kandang. “Tiga pertandingan bagi kami bukan ukuran mutlak kualitas tim. Bahkan kami belum melakukan pertandingan kandang sekali pun. Kami yakin bakal lebih baik setelah merasakan pertandingan di Gajayana,” ucap CEO Persema Didied Poernawan.
Ia mengakui pertandingan perdana lawan Semen Padang silam adalah catatan terburuk Persema. Namun Didied melihat ada perkembangan setelah pemain melakoni dua pertandingan berikutnya. Selain itu Semen Padang memang dianggap sebagai tim tangguh.
“Persebaya saja kalah di kandang sendiri saat menghadapi Semen Padang. Jadi kami melihat progres tim dimulai saat pertandingan kedua dan ketiga. Kami optimistis akan lebih baik lagi saat bertanding di kandang,” tambahnya. Laskar Ken Arok pun masih melihat catatan itu masih normal.
Raksasa yang masih ‘tertidur’ adalah Persebaya Surabaya yang sudah menderita dua kekalahan dari Persiraja Banda Aceh dan Semen Padang. Digadang sebagai kandidat penguasa IPL, Bajul Ijo mengalami start kurang memuaskan. Klimaksnya saat ditumbangkan Semen Padang 0-1 di Surabaya.
Pelatih Divaldo Alves kini menyadari persaingan di IPL sangat keras, apalagi ketika menghadapi tim yang mapan. Buktinya tim kesayangan Bonekmania hanya mampu menang atas PSMS Medan.
Padahal secara teknis, Divaldo kaya komposisi pemain berkualitas dan tinggal memilih dari sekian nama yang siap dimainkan. Nyatanya Gelora 10 November sudah tercemar dengan gol Ferdinand Sinaga sepekan silam. Sungguh start yang buruk bagi pelatih asal Portugal itu.
Sayang kejutan gagal ditorehkan Persibo Bojonegoro. Secara impresif menahan imbang Semen Padang 0-0 dan mengalahkan Persiraja 2-0, Laskar Angling Dharma gagal membuat kejutan di Malang setelah kalah dua gol tanpa balas di tangan Singo Edan. Namun Persibo tampaknya tahu diri dan kekalahan itu dianggap bukan sebuah aib.
“Wajar kalau kami kalah di tangan tim seperti Arema. Pemain mereka berkualitas dan didukung suporternya. Kami lebih mengambil sisi positif bahwa motivasi bertanding pemain sangat membanggakan,” terang Manager Persibo Nur Yahya.
(A. Firdaus)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.