SSB Hasanuddin (4)

Makan Besar Usai Menang

Arpan Rachman - Okezone
Senin, 8 Agustus 2011 10:55 wib
Acara makan-makan SSB Hasanuddin.(foto:Arpan)
Acara makan-makan SSB Hasanuddin.(foto:Arpan)
BUKAN cuma berlatih sendiri saja. SSB Hasanuddin juga menggelar ujicoba dengan lawan setara. SSB Panasonic dari Kelurahan Rappokaling diundang datang berlaga ke Lapangan UVRI, Antang, Makassar, akhir pekan lalu.
 
Pertandingan selama 2x30 menit berlangsung menarik. Silih-berganti serangan dilancarkan kedua tim. Para pemain mempertontonkan keahlian menguasai si kulit bundar. Riuh dan hiruk-pikuk teriakan suporter menyemangati dari pinggir lapangan.
 
Lawan pun bukan musuh sembarangan. Tim U-12 SSB Panasonic asuhan Mustari baru saja menjuarai turnamen lokal antarklub se-Makassar, Liga Karebosi 2011.
 
Kiper SSB Hasanuddin, Kurnaim, harus jatuh-bangun mengamankan gawangnya dari beberapa kali percobaan tembakan bola lambung. Lini belakang digalang Sahrul, yang oleh sesama teman satu timnya disapa dengan panggilan akrab “Cina”, terkesan tidak berani bermain ambil kompromi, sehingga langsung membuang bola keluar bila ditekan penyerang lawan.
 
“Cina maju sedikit lagi kau ke tengah, perkuat itu barisan gelandang!” perintah salah seorang pelatihnya.
 
Selain itu, ternyata, ada yang unik juga, yakni pemain kembar. Bila dulu, PSSI era 80-an diperkuat Wahyu dan Budi Tanoto. Belanda era 70-an ditongkrongi Willy dan Rene van de Kerkoff. Di SSB Hasanuddin, duo gelandangnya, Fahrul dan Fahril, merupakan saudara kembar: sama-sama lahir di Maros pada 26 Juli 2000 dan keduanya bersekolah di SDN 5 Moncongloe, Makassar.
 
“Kembar jaga itu lawan, jangan biarkan dia bergerak bebas!” lagi, pelatih memberi instruksi.
 
Kedengarannya, sebenarnya, instruksi itu agak membingungkan juga. Sebab kita tidak tahu persis yang disuruh menjaga lawannya itu, si Fahrul atau Fahril. Karena duo kembar itu sama berposisi di lini tengah.
 
Hampir saja gawang SSB Hasanuddin kebobolan! Sebelum peluit tanda jeda babak pertama dibunyikan nyaring. Prriittt!
 
Waktunya turun minum. Saat berbincang-bincang sebentar dengan wasitnya pada istirahat jelang babak kedua, okezone menawarkan saran: Bila skor tetap imbang, maka sebaiknya tambahkanlah adu tendangan penalti.
 
Hingga akhir durasi pertandingan normal, kedudukan 0-0 tidak berubah. Laga diperpanjang melalui adu penalti masing-masing tim menyiapkan lima penendang. Skor berkesudahan 3-2 untuk kemenangan SSB Hasanuddin.
 
Usai mengalahkan SSB Panasonic 3-2 di Lapangan UVRI, akhir pekan lalu. Tim U-12 SSB Hasanuddin segera diboyong ofisialnya makan malam di Kalifornia Fried Chicken (KFC) di bilangan Jalan Pengayoman, Makassar.
 
“Awal Agustus ini, akan datang pelatih nasional dari Jakarta untuk menangani latihan tim U-12 yang akan bertanding ke Piala Dunia di Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol,” ucap M Anugrah, perwakilan Danone, yang menanggap kejuaraan Danone Nation Cup 2011 di Indonesia.
 
Tapi rupanya hanya pada malam itu saja, Fahrul atau Fahril cs diajak ikut makan besar. Karena kecukupan gizi para pemain masih ditanggung sendiri-sendiri oleh keluarga bukan oleh sponsor kejuaraan. “Saat pemusatan latihan di Jakarta, selama seminggu, sebelum berangkat ke Madrid nanti, kami akan mengatur persoalan itu (gizi-Red),” tanggap Anugrah.
 
Faktor kecukupan gizi, apa boleh buat, tampaknya masih jadi problem krusial bagi pembinaan sepakbola bagi pemain usia muda di mana saja di Indonesia. Tak terkecuali juga bagi SSB Hasanuddin yang hendak membela nama bangsa ke kancah internasional.
(fit)
TWITTER »
twit