Kekalahan Indonesia mengobarkan suka-cita publik Malaysia.(foto:Reuters)
JAKARTA – Seluruh komponen di Malaysia tengah menikmati pesta kesuksesan pasukan K Rajagopal menghantam Firman Utina dkk di Stadion Bukit Jalil, 26 Desember kemarin.
Media Malaysia sendiri memberikan porsi cukup besar laporan kemenangan heroik Safee Sali dkk. Tidak hanya itu, mereka juga mengulas kegagalan Garuda. Tapi tentu dari sudut pandang Malaysia.
Media di Malaysia menyoroti gencarnya pemberitaan media di Indonesia mengangkat kesuksesan Merah-Putih sebelum ditaklukan Harimau Malaya, dan keluhan Alfred Riedl soal agenda-agenda PSSI dan permintaan wawancara media yang mengganggu fokus timnya.
Tapi yang menarik justru apa yang ditulis Utusan Malaysia. Tanggapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar elemen bangsa tidak saling menyalahkan atas kekalahan ini, dibelokan menjadi seolah-olah sebagai imbauan untuk tidak menyalahkan pihak Malaysia, menyusul insiden laser di Bukit Jalil.
“Susilo Bambang Yudhoyono menggesa pasukan Garuda serta para penyokong bola sepak agar jangan sama sekali menyalahkan team lawan hanya kerana kegagalan itu. (Susilo Bambang Yudhoyono meminta para pendukung Garuda tidak menyalahkan tim lawan atas kegagalan itu),” begitu tulis media online itu.
Sementara tanggapan SBY agar para pendukung Timnas tidak membalas cara-cara tidak suportif suporter Malaysia sama sekali tidak disinggung.
Newstraitstimes juga menulis fans Indonesia mulai menyalahkan Markus Haris Maulana karena tidak mampu menyelamatkan gawang dari serbuan Safee Sali dkk.
Sebelumnya Utusan juga langsung menabur kalimat sindiran kepada Indonesia, dalam berita review pertandingan, usai Malaysia menuai hasil 3-0. Menurut mereka pernyataan para pemain Garuda sebelum laga ternyata hanya omong kosong.
(fit)