Argentina Bantah Jual Suara untuk Qatar

Defanie Arianti - Okezone
Minggu, 5 Desember 2010 17:13 wib
Presiden Asosiasi Sepakbola Argentina Julio Grondona / Foto: Reuters
Presiden Asosiasi Sepakbola Argentina Julio Grondona / Foto: Reuters
BUENOS AIRES - Penunjukkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 terus mencuatkan kontroversi. Qatar disinyalir membayar puluhan juta dolar kepada sejumlah pihak demi memastikan status sebagai tuan rumah, termasuk Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA). Benarkah?

Terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah pesta terbesar sepakbola dunia memang cukup mengejutkan. Sebelumnya, Australia dan Amerika Serikat (AS) disinyalir sebagai calon favorit untuk menghelat Piala Dunia 2022.
 
Hanya satu hari berselang, isu tak sedap mewarnai proses pemungutan suara FIFA yang digelar di Zurich, Kamis (2/12/2010) lalu. Qatar disinyalir telah membayar AFA guna memberikan suaranya kepada negara Timur Tengah itu.
 
Wall Street Journal melaporkan, setidaknya satu orang penasehat tim bidding Qatar menyarankan mereka untuk merogoh kocek hingga 78,4 juta dolar kepada AFA, yang disebut-sebut tengah mengalami masalah finansial.
 
Namun, kabar itu segera ditampik keras oleh presiden AFA, Julio Grondona. "Penyalahgunaan nama baik saya seperti ini harus berakhir. Mana mungkin AFA memiliki hutang sebesar itu?" ungkapnya kepada Telam, Minggu (5/12/2010).
 
"Saya tidak akan menanggapi apapun yang dikatakan orang. Faktanya adalah, AFA terikat kontrak kuat dengan pemerintah Argentina dan semua berjalan sangat baik," tegas Grondona.
(van)
TWITTER »
twit