MALANG - Drawing grup Liga Champion Asia (LCA) tak lama lagi digelar, tepatnya Selasa (7/12/2010) di Kuala Lumpur Malaysia. Sebagai salah satu wakil dari Indonesia, selain Sriwijaya FC, Arema FC nampaknya tak terlalu euforia menyambut drawing tersebut.
Manajer-Coach Arema FC Miroslav Janu tidak terlalu ambisius dalam mengantarkan Singo Edan ke level Asia. Sebagai pelatih yang pernah membawa Arema ke LCA pada 2007 silam, Miro rupanya paham benar bagaimana persaingan di sana.
Baginya, level klub Indonesia masih jauh di bawah klub Asia lainnya. Merekam perjalanan pada 2007 lalu, Miro merasakan bagaimana sulitnya mengimbangi tim asal Jepang, Korea Selatan, maupun tim asal Asia Tenggara seperti Thailand.
Karena itulah dirinya tetap berpijak ke bumi. Artinya, tim kebanggaan Aremania tidak serta merta mengusung misi terlalu menjulang. “Untuk lolos fase grup saja sudah sulit. Itu yang perlu diketahui. Kita menghadapi tim-tim yang bagus,” ujar Miro, mantan pelatih Slavia Praha.
Miro mengakui tim Indonesia, termasuk Arema, belum bisa disandingkan dengan kekuatan Asia. Baik dari kualitas pemain, mental maupun pendanaan, Indonesia masih jauh di bawah negara lain yang masuk LCA. Perbedaan itu bahkan tak menjamin tim Indonesia sukses, sekalipun di kandang.
Ia menunjuk tim asal Indonesia yang pernah berjibaku di ajang tersebut. Belum pernah ada yang benar-benar kompetitif dan merajai fase grup. Itu diprediksi juga akan terjadi di LCA musim ini, dimana Indonesia mengirimkan Arema dan Sriwijaya FC. Sementara Persipura kebagian jatah di AFC Cup.
Dalam drawing di Kuala Lumpur nanti, Indonesia bisa saja bertemu tim asal Jepang, Korea Selatan, China, atau bahkan Australia. Sedangkan untuk aturan pemain, LCA hanya memperbolehkan empat pemain asing dalam satu klub.
Itu artinya Arema bakal menghapus salah satu dari lima pemain asing yang bercokol di klub. Kini klub berlogo kepala Singa mempunyai Pierre Njanka, Roman Chmelo, Esteban Guillen, Noh Alam Shah dan Muhammad Ridhuan. “Kita masih pertimbangkan siapa yang tidak didaftarkan ke LCA,” tambah Miro.
Selain perbedaan kekuatan, Arema juga harus memeras kantong karena jelas butuh anggaran yang tak sedikit di LCA. Sedangkan untuk saat ini saja Arema belum mendapatkan sponsor tambahan dan terpaksa terlambat menggaji pemainnya.
Sementara itu, kemarin skuad Arema menuju Pulau Bali dalam program Training Center (TC) alias pemusatan latihan. Di Bali, pemain bakal digembleng materi latihan fisik maupun teknik, dengan rencana menyelipkan dua agenda ujicoba.
Setelah menyelesaikan program TC, Pierre Njanka dkk bakal disuguhi ujicoba menghadapi tim Indonesia Super League (ISL) di Malang. Tim yang bakal menyambangi Arema adalah Persela Lamongan, Persibo Bojonegoro, hingga Persijap Jepara.
(Achmad Firdaus)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.