Persik Coret Lima Senior

Kamis, 9 September 2010 05:04 wib
KEDIRI -Lima pemain senior Persik Kediri dicoret dari tim dengan alasan indisipliner. Mereka adalah Harianto, Suswanto, Jefry Dwi Hadi, Khusnul Yuli dan kiper Wahyudi. Pencoretan itu diutarakan Ketua Umum Persik Kediri Samsul Ashar kemarin.
 
Ada dua alasan kelimanya dinilai indisipliner. Pertama karena mereka yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) jarang masuk ke kantor dan yang kedua adalah aksi mogok yang dilakukan kala bertanding menghadapi Persema pada ajang Piala Gubernur di Lamongan lalu.
 
Kelimanya sepakat mogok dengan alasan belum ada kepastian kontrak. "Kita akan memberi sanksi pencoretan. Sikap indisipliner itu tidak baik untuk tim. Paling penting, tindakan itu tidak boleh terulang lagi," kata Samsul.
 
Sebagai Ketua Umum Persik sekaligus Wali Kota Kediri, Samsul akan memberikan dua opsi untuk lima pemain yang mempersembahkan gelar juara untuk Macan Putih itu. Opsi pertama adalah keluar dari Persik jika ingin tetap sebagai pemain profesional dan memilih klub lain. Opsi lainnya, tetap menjalankan tugas sebagai PNS di lingkup Pemkot Kediri.
 
Pencoretan tersebut cukup mengejutkan, mengingat Persik butuh pemain berpengalaman untuk kembali promosi dari Divisi Utama. Tapi manajemen sama sekali tidak khawatir itu bisa mengganggu persiapan tim yang dilakukan pelatih Jaya Hartono. Samsul optimistis tim tetap siap tanpa kelimanya.
 
Sayang hingga berita diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari pelatih Jaya Hartono. Padahal sesuai skenario semula, Persik bakal menggabungkan materi pemain anyar dengan kelima senior tersebut. Sebelumnya Jaya sudah menambah kekuatan dengan merekomendasi 12 pemain hasil seleksi selama beberapa hari lalu.
 
Harianto, Khusnul Yuli dan Suswanto adalah mantan pemain Arema Malang yang bergabung ke Persik pada musim kompetisi Divisi Utama 2002-2003 lalu (kala itu belum ada Liga Super). Bersama Jefry Dwi Hadi dan Wahyudi, mereka berhasil mempersembahkan juara Divisi Utama dua kali, yakni pada 2003 dan 2006.
 
Karena prestasinya, Walikota Kediri waktu itu, Maschut, memberi penghargaan dengan memasukkan mereka sebagai PNS di Pemkot Kediri. Sebelumnya mereka tidak pernah melakukan tindakan indisipliner seperti beberapa waktu lalu.
 
Manajemen beranggapan sikap tersebut berlebihan karena kelimanya masih mempunyai ikatan dengan Persik Kediri dan harus tetap berkomitmen ke tim. Dengan berkurangnya lima pemain, konsekuensinya pelatih Jaya Hartono harus bekerja keras menambal kekurangan pemain. Rencananya Persik akan diisi sekitar 25 pemain di kompetisi Divisi Utama nanti.
(Kukuh Setiawan/Koran SI/wei)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit