Ian Rush legenda sepakbola asal Liverpool Football Club, Inggris (kanan) berbagi bola dengan sejumlah ana-anak saat mengunjungi SDN Karet Tengsin 15 Pagi, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Kedatangannya di Indonesia untuk menumbuhkembangkan semangat gen
JAKARTA - Olahraga bukan suatu kegiatan yang statis karena itu pengembangan olahraga tidak bisa terpaku pada kegiatan yang bersifat konvensional melainkan memerlukan disiplin ilmu keolahragaan yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi yang makin maju dan canggih.
Sepakbola sebagai cabang olahraga yang kompetisi nya paling kontinyu dibanding cabang olahraga lain sangat memerlukan sport science untuk mengembangkan kemampuan atlet.
Secara garis besar sport science meliputi bidang, sport medicine, sport nutrition,sport physiology,sport psychology,sport biomechanic,sport coaching, test and measurement, strenght dan conditioning.
Di negara–negara maju keterlibatan sport science sudah dilakukan sejak lama sementara di Indonesia belum sepenuhnya diterapkan. Walaupun sudah diwacanakan sejak lama, namun aplikasinya terlihat stagnan bahkan nyaris tak terlihat.
“Science dalam sepakbola sudah menjadi sebuah keharusan jika kita ingin melihat sepakbola Indonesia maju dan dapat sejajar dengan bangsa bangsa lain yang sudah lebih dulu maju,” kata Dewan Pembina Yayasan Pembangunan Olahraga Indonesia, Arifin Panigoro.
Hal itu diungkapkan di seminar “Strategi Policy Discussion: Meningkatkan potensi daerah melalui identitas lokal dalam olahraga sepakbola,” di ruang rapat utama Gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta, Kamis (26/8/2010).
Arifin juga tidak sepakat dengan anggapan bahwa postur tubuh pemain Indonesia tidak memungkinkan membuat sepakbola Indonesia bisa bersaing dengan pemain Eropa. Dia mencontohkan pemain Barcelona Andres Iniesta, dan Lionel Messi yang memiliki tubuh kecil namun bisa menjadi pemain bintang.
“Dalam kaitan inilah cita-cita mereformasi sepakbola Indonesia ada baiknya juga menyertakan aspek ilmiah dan kemajuan iptek dan terlebih dulu mereformasi manajemennya,” tandas dia.
(fit)