Ilustrasi.(foto:Koran SI)
JAKARTA – Keprihatinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait buruknya prestasi sepakbola Tanah Air memancing daerah bergerak melakukan pembinaan.
Pemerintah Jawa Barat mengklaim sudah mencanangkan program di setiap kecamatan untuk mengangkat prestasi sepakbola Indonesia dengan ‘Sepakbola Saba Desa’.
“Dari Jawa Barat mencanangkan setiap kecamatan punya klub sepakbola, programnya Sepakbola Saba Desa, ini untuk membangun identitas kedaerahan,” ungkap Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf.
Hal ini diungkapkannya dalam seminar bertajuk, “Strategi Policy Discussion: Meningkatkan potensi daerah melalui identitas lokal dalam olahraga sepakbola,” di ruang rapat utama Gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta, Kamis (26/8/2010).
Bentuk dukungan Pemda, menurut Dede Yusuf, ditunjukkan dengan membangun sarana lapangan di setiap kecamatan yang terdiri dari lapangan sepakbola, futsal, dan lapangan terbuka untuk olahraga lain.
“Setiap kecamatan dibangun tiga lapangan,” kata aktor yang kini menjadi politisi PAN ini.
Jawa Barat memiliki 500 kecamatan, dan berdasarkan data Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat tahun 2009, terdapat 268 gedung olahraga, 52 stadion dan 1576 lapangan. Namun Dede Yusuf mengakui sarana dan prasarana itu belum sepenuhnya memenuhi standard atau sesuai aturan FIFA.
Meski begitu dia berharap program ini bisa membuat masyarakat khususnya generasi muda semakin dekat dengan dunia olahraga, karena faktanya generasi muda saat ini cenderung tidak banyak melakukan aktivitas fisik, dan lebih banyak menghabiskan waktu di depan televisi dan internet.
“Tujuannya tidak hanya memasyarakatkan olahraga tapi juga mengolahragakan masyarakat,” jelas Dede.
(fit)