Persebaya Tolak Tanding Lagi

Jum'at, 6 Agustus 2010 16:22 wib
Sejumlah pendukung Persebaya di Jakarta berunjuk rasa menolak rencana tanding ulang melawan Persik / Foto: Koran SI
Sejumlah pendukung Persebaya di Jakarta berunjuk rasa menolak rencana tanding ulang melawan Persik / Foto: Koran SI
SURABAYA - Setelah dua kali gagal bertanding di Stadion Brawijaya Kediri, Persebaya pun kapok. Rencana pemindahan pertandingan ke luar Jawa ditanggapi dengan sinis oleh manajemen Bledug Ijo. Persebaya merasa sudah berhak mendapat kemenangan walkover (WO) sekaligus tempat di play-off.
 
Sempat tersiar kabar pertandingan ulang bakal digelar di Stadion Jakabaring, Palembang, setelah gagal digelar di Stadion Brawijaya Kediri, Kamis kemarin. Rencananya laga ulang di Jakabaring akan dihelat Minggu (8/8/2010). Mendengar kabar ini, kubu Persebaya langsung mencak-mencak.
 
"Apa-apaan ini? Bukannya sudah jelas Persik tak mampu menggelar pertandingan. Seharusnya Persebaya sudah mendapat kemenangan WO dan berangkat ke Semarang (play off). Skenario apa lagi yang akan dijalankan PSSI?" kata asisten manajer Persebaya Kholid Goromah, Jumat (6/8/2010).
 
Sekaligus, Persebaya bertekad tidak akan berangkat jika pertandingan ulang masih ngotot digelar. Bagi Kholid, kegagalan Persik menggelar pertandingan dua kali sudah cukup membuktikan tim Kota Kediri itu tak sanggup menggelar pertandingan. Jadi Persebaya tak harus menuruti skenario PSSI karena jelas-jelas sudah menang WO.
 
"Jujur saja kami sudah capek dan bosan dengan permainan begini. Mohon pemerintah, bapak presiden, menpora, atau siapa sajalah yang bisa, agar turun tangan dan menangani masalah seperti ini. Ini benar-benar sudah tidak sehat dan keterlaluan," lanjut Kholid.
 
Saking berhaknya dengan kemenangan WO, rencananya tim Persebaya akan tetap berangkat ke play-off tanpa berlaga menghadapi Persik. Ini menjadi pilihan terakhir karena Persebaya merasa lebih berhak bertemu dengan Persiram Raja Ampat setelah gagalnya pertandingan ulang di Kediri.
 
Selain itu, bertanding di luar Jawa juga akan memberatkan Persebaya secara finansial. Kholid mengungkit lagi biaya akomodasi ke Yogyakarta April silam yang terbuang percuma karena laga juga batal digelar. "Kalau sudah gitu siapa yang bertanggungjawab? Memangnya PSSI mau mengganti?" tandasnya.
 
Tanggapan Persik? Sejauh ini belum ada jawaban pasti. Pelatih Agus Yuwono menyerahkan keputusan tanding ulang ke manajemen Macan Putih. Kendati begitu ia siap melakoni pertandingan kapan saja karena kondisi timnya tetap terjaga.
 
"Sebenarnya kalau pun bertanding Kamis kemarin, tim sudah siap. Kapan pun harus bertanding saya akan menyatakan siap. Tapi semuanya tergantung keputusan dari manajemen. Kalau mereka menyuruh berangkat, ya kita berangkat," kata Agus Yuwono.
 
Agus sendiri enggan berkomentar terkait kacaunya pertandingan ulang menghadapi Persebaya. Ia lebih memilih berkonsentrasi menjaga kondisi timnya untuk mengantisipasi kemungkinan adanya tanding ulang sekaligus play-off. Sementara, pihak manajemen Macan Putih hingga kemarin belum bisa dikonfirmasi.
 
Tapi melihat kengototan Persik menggelar tanding ulang, tampaknya tim berwarna kebesaran ungu tersebut tak masalah jika harus bertanding di luar Jawa. "Kalau misalnya PSSI menentukan lokasi di luar Jawa, Persik siap berangkat," kata sumber di internal tim Macan Putih yang meminta namanya dirahasiakan.
(Kukuh Setiawan/Koran SI/van)
  • kudus » 0 Tanggapan
    "Jujur saja kami sudah capek dan bosan dengan permainan begini. Mohon pemerintah, bapak presiden, menpora, atau siapa sajalah yang bisa, agar turun tangan dan menangani masalah seperti ini. Ini benar-benar sudah tidak sehat dan keterlaluan," lanjut Kholid. PSSI gak pernah koreksi diri..... jadikan kasus ini sebagai pematik untuk perbaikan PSSI... melalui persebaya dan team2 dari jatim dan smua team di INDONESIA saatnya PSSI dirombak...!!! apa gak ada orang yg bijak memimpin PSSI, banyak anak muda yg berpotensi... Sedih liat persepak bolaan negeri ini... salam dari warga JATENG
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Irulz » 0 Tanggapan
    Buat Persebaya degradasi aja Bung Nurdin...Toh suporternya sll bikin rusuh. To=====> ketua suporter bonek. Ngaca Loe. Liat tuh suporter bonek tiap ntn sll diatas gerbong!!!!Udah bikin rusuh, ga mau ngaku.tuh, sama antek2 biru kalian!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • jarot » 0 Tanggapan
    apa maksudnya PSSI ? keputusannya sendiri di batalkan sendiri ? emangnya tim2 sepak bola di Indoensia ini mainan ?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • suroso » 0 Tanggapan
    Saya wong cirebon, turut berduka cita atas matinya 'fair play' di Sepak Bola Indonesia. PSSI membuat lelucon baru bahkan hingga titik akhir penghabisan Liga...mau dibawa kemana Sepak Bola kita...???Sadarlah wahai PSSI & BLI...Sopir harus membawa di jalan yang tepat...jangan membawa Sepak Bola Indonesia ke jalan kehancuran. Generasi PSSI saat ini akan menjadi buah bibir anak cucu kita...buah bibir yang memalukan...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • golput » 0 Tanggapan
    PSSI terlihat jelas tidak senang sama Persebaya. PSSI kekanak-kanakan, politiknya kasar. Terlihat jelas ada mafia didalam tubuh PSSI. PSSI skr membuat Sepak Bola Indonesia semakin memalukan, orang2 PSSI ngga punya MALUUU...!!! Saya tau tulisan ini tidak akan membuat PSSI berubah karena mereka sudah Buta, Tuli, Bisu dan Gila...sampai kapan ini terjadi...????
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit