PSSI Melunak Soal Training Camp

Rabu, 26 Mei 2010 10:05 wib
Timnas saat berlatih di Stadion GBK.(foto:SI)
Timnas saat berlatih di Stadion GBK.(foto:SI)
JAKARTA – Polemik sistem training camp (TC) jangka panjang permanen menjelang Piala AFF 2010 berakhir. PSSI memilih melunak dan memberikan kesempatan pemain on-off atau keluar masuk timnas sesuai tata waktu yang ditetapkan.

Dengan demikian, pemain tetap diizinkan membela klubnya masing-masing sepanjang putaran pertama Djarum Indonesia Super League (DISL) 2010/2011. Mereka sebelumnya bersikukuh menempuh TC jangka panjang lantaran mengacu keputusan Kongres Bandung. Pemain yang terpilih rencananya dikontrak dan dicekal dari kompetisi.PSSI bersedia membayar gaji pemain separuh musim dengan acuan nilai kontrak terakhir di klub.

’’TC kami putuskan on-off.Artinya, pemain bisa berkompetisi. Karena menganut sistem ini,rencananya TC dimajukan.Tapi, teknis pelaksanaan tata waktunya sedang dibahas oleh BTN.Ada dua agenda yang akan dihadapi timnas, yaitu Pra-Piala Dunia (PPD) dan Piala AFF,” ungkap Ketua Umum PSSI Nurdin ’NH’ Halid kemarin.

Merah Putih akan bersaing di PPD pada 9 dan 13 Oktober mendatang, lalu Piala AFF digelar mulai 2–27 Desember 2010. Merah Putih akan menghabiskan total waktu TC 2,5 bulan sampai menjelang Piala AFF.

Namun,mereka harus berbagai space dengan (DISL) 2010/2011 yang dimulai 18 September. ’’Waktu 2,5 bulan itu full dipakai timnas untuk TC yang dimulai Agustus.Kompetisi tetap berjalan pada September.Detail tata waktu TC dalam waktu dekat bisa diketahui karena Liga sudah setuju,”ungkapnya. Berubahnya sistem TC berimbas pula pada regulasi kontrak pemain.

NH menambahkan, pemain pada dasarnya dikontrak oleh klub. Namun, beban gaji pemain per bulan pemain akan menjadi tanggung jawab PSSI saat mereka menjalani TC. Kalkulasinya sebagai berikut, pemain mendapatkan gaji per bulan setelah total kontrak dikurangi 30% down payment(DP) dan sisanya dibagi dalam 12 bulan. Ilustrasinya,bila pemain dikontrak Rp800 juta semusim dan dikurangi DP 30%, diperoleh gaji per bulan Rp46,7 juta. Lalu,beban PSSI adalah Rp116,75 juta.

’’Pemain tetap bersama klub. Tapi selama menjalani TC, tanggung jawab gaji diambil alih oleh PSSI.Kami akan membayar penuh gaji pemain selama 2,5 bulan. Besarannya bisa berbeda per pemain karena disesuaikan dengan kontrak masing-masing di klub. Kami sudah minta klub untuk memberesi kontrak pemain paling tidak sebulan jelang DISL,”tuturnya.

Amunisi Merah Putih yang menjalani TC menjelang Piala AFF tampaknya semakin dimanjakan oleh fasilitas uang saku.Mereka akan diberi uang saku dengan nilai Rp10 juta per bulan.Jumlah itu lebih kecil dari uang saku pemain timnas sebelumnya, yang men-capai Rp500.000 per hari.

NH menyatakan, total pemain yang akan menjalani proses seleksi menjadi 48 dengan venue Jakarta dan Makassar. Dari jumlah itu, amunisi eks timnas U-23 diberi kuota 18,75%. Timnas sebelumnya akan menyeleksi 46 total nama dari dua zona tersebut.

’’Kami berharap jiwa nasionalisme pemain. Mereka sudah mendapatkan semuanya. Pemain harus bekerja lebih keras demi nama bangsa. Kami juga menyertakan sembilan pemain muda potensial. Saat ini mereka bermain di DISL dan selalu menjadi starter bersama klubnya,”tandasnya.
(Koran SI/Koran SI/fit)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit