Rekor Penonton di Serie A Musim 2009/2010,

Azwar Ferdian - Okezone
Kamis, 20 Mei 2010 17:14 wib
F: Pendukung Inter di Giuseppe Meazza (daylife)
F: Pendukung Inter di Giuseppe Meazza (daylife)
ROMA – Pertandingan Serie A musim lalu, mencatat jumlah penonton terbanyak dalam 17 tahun terakhir. Pertandingan Inter Milan berada dalam jumlah teratas.

Dalam rilis yang dikeluarkan Lega Calcio, catatan statistik menunjukan animo publik Italia untuk datang ke stadion meningkat tajam setiap pekannya.
 
Total sebanyak 9.642.640 lembar tiket telah terjual. Angka tertinggi penjualan tiket stadion adalah pada musim 1992-93, yakni sebesar 9.977.878 lembar tiket. Jika dirata-ratakan, maka penonton yang hadir pada setiap pertandingan adalah sekitar 25,375 penonton.
 
Inter berada pada posisi teratas dengan rata-rata 55.597 penonton, diikuti Napoli dengan 47.049, Milan dengan jumlah 42.809, Roma sebesar 40.925 dan Lazio dengan jumlah penonton 36.515.
 
Kini Federasi Sepakbola Italia dan Lega Calcio tengah menggodok peraturan tentang penggunaan stadion sendiri, bukan milik pemerintah daerah.
 
“Kami perlu memperkenalkan bagian-bagian mendasar dalam peraturan sepakbola Italia. Sangat penting jika sebuah klub memiliki stadion sendiri. Mereka bisa mengelola setiap pekannya, serta bertanggung jawab atas keamanan serta pelayanan,” jelas presiden Lega Calcio Maurizio Beretta.
 
Juventus akan menjadi klub Serie A pertama yang memiliki stadion sendiri. Juve yang kini menumpang di Olimpico Turin, tengah merenovasi stadion Delle Alpi.
(zwr)
  • blackAzzurri » 0 Tanggapan
    @ Jarot : Setuju..! beda banged kalo di Eropa sih sepakbola itu mendatangkan banyak uang plus hiburan berkualitas, kalo di Indonesia mah mendatangkan bangkrut, uda gitu prestasi nggak jelas.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • jarot » 0 Tanggapan
    kebalikan emang, di Italy klub2 juga jadi sumber pendapatan daerah, kalo di Indonesia klub2 sepakbola jadi parasit daerah, udah nyedot APBD gak kira2 hasilnya nihil, ga ada imbasnya secara langsung, baik itu ke tim nasional ato melawan klub2 dari asia. Tapi rumit memang, kalo klub disuruh mandiri jelas seret seponsor, secara kualitas sepakbola itu sendiri, segi image, penyajian sepak bola sebagai lahan hiburan dan industri masih jauh dari harapan. Saya harap untuk kedepannya dana APBD yang ber miliar2 itu lebih baik untuk membangun struktur daripada untuk menggaji / membeli pemain luar yang gak kira2. Ambil langkah berani untuk membuka sekolah sepakbola, kalo di luar pembibitan sudah dari kecil, mereka gak masuk sekolah formal jadi sudah di proyeksikan sejak dini. huhuhuhu dari iseng2 jadi keterusan.........
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit