TURIN - Peluang Juventus berlaga di Europa League musim depan kian tipis, menyusul kekalahan 2-3 dari Parma di Olimpico Turin, Minggu (9/5/2010). Bek Italia Giorgio Chiellini bereaksi keras atas kekalahan terakhir skuad besutan Alberto Zaccheroni.
Sepanjang musim ini, Juve kerap menuai hasil mengecewakan hingga terlempar dari persaingan empat besar Serie A. Kini, terpaut empat angka dari Napoli (59) yang menduduki peringkat enam klasemen, kesempatan berpartisipasi pada kontes Europa League pun terancam kandas.
Si Nyonya Tua menyia-nyiakan gol pembuka Alessandro Del Piero di babak pertama dan 'membiarkan' Davide Lanzafame membalikkan situasi dengan dua gol. Jonathan Biabiany menambah derita tuan rumah dengan gol tambahan, lima menit sebelum laga berakhir. Untungnya, striker Vincenzo Iaquinta memperkecil ketinggalan dengan gol di masa injury time.
Melihat performa timnya, Chiellini mau tak mau berang. Apalagi, musim ini Juve tercatat kebobolan hingga 53 gol, lebih banyak dari Atalanta yang dipastikan terdegradasi usai takluk 0-2 dari Napoli.
"Apakah kami tidak cukup memiliki kekuatan untuk bereaksi? Sangat disayangkan, karena tim-tim yang ingin menang seharusnya tahu caranya untuk bangkit," kecam Chiellini kepada Juventus Channel, Senin (10/5/2010).
"Ketika tim Anda kebobolan, Anda tidak bisa terpuruk dan menyerah. Yang terjadi seharusnya kebalikan dari itu. Hal inilah yang tidak kami miliki, musim ini," pungkas Chiellini.
Chiellini jelas berharap Bianconeri dapat mengingat prinsip itu ketika melakoni laga krusial pada hari terakhir Serie A, Minggu (16/5/2010). Juve harus bertandang ke markas AC Milan yang bercokol di posisi tiga klasemen dengan koleksi nilai 67.
(Defanie Arianti)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari