JAKARTA – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) membutuhkan peran pemerintah dan swasta guna mendongkrak prestasi sepakbola Indonesia. Hal ini sesuai dengan rekomendasi Kongres Sepakbola Nasional (KSN) di Malang beberapa waktu lalu.
”Di sini pemerintah harus turut mendukung dengan menjalankan rekomendasi tersebut,” demikian kata anggota Komisi X DPR Utut Ardianto saat duhubungi, Minggu (4/4/2010).
Dia mengatakan, meski hasil rekomendasi KSN menguntungkan PSSI, namun hal itu tetap menjadi tanggung jawab pemerintah. Pasalnya, ide perhelatan akbar tersebut bermula dari pemerintah. “Ide ini kan dari Presiden,” lanjutnya.
Menurut dia, sejumlah poin yang dinilai menguntungkan organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia itu adalah diperlukan pembangunan dan peningkatan infrastruktur olahraga khususnya sepakbola melalui anggaran APBN dan APBD.
Hasil rekomendasi mengkalim hal ini penting untuk menunjang target dan pencapaian sasaran guna pembinaan menuju prestasi. “Perlu adanya alokasi anggaran tersebut akan menjadi beban pemerintah, namun itu konsekuensi yang harus dijalankan,” kata Utut yang membidangi komisi olahraga ini.
Mengenai salah satu butir yang menyatakan diperlukan reformasi dan restrukturisasi di tubuh PSSI Utut berpendapat, hal itu patut diapresiasi sejauh dengan masukan masyarakat.
Dia mengungkapkan, sejauh ini PSSI sudah cukup akomodatif mereformasi dengan memangkas hak anggota menjadi 108 suara dari sebelumnya lebih dari 400. Selain itu, keberadaan Komite eksekutif (Exco) PSSI sesuai dengan statute FIFA.
Anggota Komisi X DPR Zulfadhli menambahkan, untuk mewujudkan timnas meraih prestasi di tingkat internasional tidak cukup hanya mengandalkan PSSI. Pemerintah perlu mendukung langkah-langkah untuk mengembalikan kejayaan sepakbola nasional.
Memang, saat ini pembangunan infrastruktur sarana olahraga dinilai kurang. Banyak area kosong yang seharusnya bisa digunakan untuk lapangan sepakbola berubah menjadi pusat perbelanjaan. Padahal pembinaan sepak bola harus dimulai dari anak-anak. "Sekarang anak-anak kita mau bermain sepak bola di mana?” ujar Zulfadhli.
(Whisnu Bagus /Koran SI/hmr)