JAKARTA - Persipura Jayapura dipastikan gagal melaju ke babak berikutnya setelah pada pertandingan kemarin harus mengakui keunggulan tim elit Asia asal Jepang Kashima Antlers 1-3 dalam penyisihan Grup F Liga Champions Asia (LCA) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Gol Kashima dicetak Endoh Yasushi (1), Kahro Shinzoh (26) dan Uchida Atsuto (33). Sementara gol balasan Persipura dicetak Yustinus Pae (18).
Dalam empat laga penyisihan grup, Tim berjuluk Mutiara Hitam ini tanpa sekalipun mendapat poin dengan menderita empat kekalahan. Tragisnya Persipura kebobolan 21 gol dengan hanya memasukkan dua gol. Persipura kalah dari Jeonbuk Hyundai Motors (Korea Selatan) 1-4, 9-0 atas Changcun Yatai (China), dan dibekap 5-0 oleh Kashima Antlers (Jepang) pada leg pertama. Sementara tambahan tiga poin ini meloloskan Khasima ke babak 16 besar dengan status juara grup.
Pelatih Persipura Jacksen F Tiago mengatakan, kegagalan anak asuhnya melaju ke fase berikutnya merupakan hal wajar. Bahkan pelatih asal Brasil ini mengaku bangga karena Boas dkk dapat mengimbangi permainan cepat Juara Liga Jepang (J-League) empat kali berturut-turut ini. “Permainan Khasima tadi sama seperti saat kami main di Jepang,” katanya.
Hanya saja jelas Jacksen, konsentrasi anak asuhnya tidak fokus dan tampil kurang disiplin. Christian Concalvez dkk banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga dimanfaatkan para pemain Khasima dan membuahkan gol. “Tiga gol mereka berawal dari sayap yang diumpan ke muka gawang. Padahal dalam sesi latihan, anak-anak sudah saya instruksikan mengantisipasi itu,” kata Jacksen.
Pelatih Kashima Antlers Oswaldo Oliviera mengaku puas dengan penampilan anak-anak asuhnya yang mampu merebut tiga poin di kandang Persipura. Meski pada babak kedua penampilan Uchida Atsuto dkk mengalami penurunan dibanding babak pertama, namun secara umum timnya layak lolos ke berikutnya. “Ada perbedaan pola permainan ya wajar, karena kami harus main tiga kali dalam seminggu. Itu memang melelahkan,” kata Oswaldo.
Dia mengatakan, meski peluang menjuarai LCA cukup besar, namun dia tetap tidak mengenyampingkan liga domestik (J-League) yang saat ini dipimpin anak-anak asuhnya. “Semuanya prioritas, yang terpenting kita berusaha keras dalam setiap laga,” katanya.
Pada pertandingan kemarin, tampak perbedaan kelas antara Persipura dan Kashima Antlers. Tim asal Jepang itu unggul di setiap lini atas Mutiara Hitam. Pertandingan baru berjalan satu menit, gawang Persipura sudah bergetar. Adalah Yasushi Endoh, yang membuat pendukung Mutiara Hitam langsung terhenyak sebelum sempat menyorakkan yel-yel dukungan.
Asa datang bagi Persipura ketika pada menit ke 19 penyerang Yustinus Pae berhasil menyamakan kedudukan. Namun rupanya hanya sampai di situ Persipura mampu mengimbangi permainan cepat dengan umpan-umpan terobosan yang mendominasi gaya Antlers. Tujuh menit kemudian, sontekan dari Shinzo Korokhi memanfaatkan umpan silang Go Oiwa membawa Kashima Antlers kembali unggul.
Memasuki akhir babak pertama, pasukan Jacksen Thiago semakin kehilangan konsentrasi. Kesalahan-kesalahan mendasar yang diakibatkan tekanan dari Kashima berakibat gol.Gol ketiga Antlers diciptakan Atsuto Uchida pada menit ke 34, menyambut bola muntah yang gagal dihalau pemain bertahan Persipura. Hingga laga usai, Kashima unggul 3-1.
(Defanie Arianti)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.