PALEMBANG - Bukan takhayul, bukan magisme. Jakabaring diharapkan bertuah lagi. Kawasan bekas rawa-rawa di timur laut dari pusat Kota Pempek itu terbukti telah banyak “makan korban.”
Diketahui, patokan kilometer nol di ibukota Provinsi Sumatra Selatan terletak tepat di Bundaran Air Mancur, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang. Nah, Stadion Gelora Sriwijaya berlokasi menyeberang landmark Jembatan Ampera, lurus ke arah Seberang Ulu, sekira satu kilometer jauhnya, di situ Jakabaring berada.
Sabtu (20/3/2010) petang nanti, giliran pucuk pimpinan klasemen sementara Liga Super Indonesia 2010, Arema Indonesia, mencoba peruntungan di sana. Sementara Arema mengadu untung, optimisme menyeruak dalam sosok vital internal Sriwijaya FC yang bertindak selaku tuan rumah.
“Harapan saya para pemain mempertahankan ritme permainan ketika mengalahkan Persema dan Selangor FA,” kata pelatih Rahmad Darmawan, sang sosok vital.
Dipastikan, SFC menurunkan skuad terbaiknya. Informasi terkini langsung diperoleh dari tangan pertama, tiga pemain yang semula absen lantaran terkena cedera akan tampil sejak menit pertama. Mereka; Oktavianus, Slamet Riyadi, dan Ponaryo Astaman. Kekuatan SFC jelas bertambah geliat dengan bugarnya dua pemain asing, Precious Emuejeraye dan Pavel Solomin, yang tidak termasuk dalam pendaftaran AFC Cup.
Artinya, pos kanan luar, bek sayap dan penyapu ranjau, gelandang bertahan serta penyerang lubang jadi tumpuan dominan bagan alir serangan. Mobilitas yang berporos antara sentrum ke belah kanan bidang lapangan mestinya pantas diawasi tim tamu.
“Dua pertandingan terakhir, anak-anak bermain sangat indah, tak hanya mencari kemenangan. Bahkan, bisa dikatakan, mereka bermain tanpa berbuat kesalahan,” puji RD. (acf)