Foto: Skuad Persib Bandung/Koran Si
BANDUNG – Persib Bandung sempat merencanakan perubahan logo, namun hal ini harus disepakati secara bersama-sama.
Wacana pergantian logo Persib yang sempat menuai protes Direktur Umum PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muhtar terus menjadi pembicaraan hangat. Pihak yang pro dan kontra pun semakin ramai membicarakan wacana tersebut.
Termasuk, Wali Kota Bandung Dada Rosada yang mengomentari wacana tersebut. Mantan Ketua Umum Persib ini menegaskan, pergantian logo Persib harus melibatkan banyak pihak yang telah merintis Persib sejak 14 Maret 1933 silam.
Artinya, tidak bisa begitu saja merubah sesuatu yang sudah terjaga hingga 77 tahun lamanya. Dada menambahkan, perubahan logo harus melibatkan banyak pihak, termasuk masyarakat Kota Bandung .
“Jalannya cukup panjang. Kita harus minta persetujuan dari para pakar , masyarakat serta para tokoh yang pernah berjasa buat Persib. Untuk mengganti logo, kita harus pertimbangkan nilai hitorisnya. Karena logo yang sekarang ini sudah melekat dan identik dengan tim serta Kota Bandung,” beber Dada.
Dada menegaskan, ada beberapa hal mendasar yang tidak bisa diubah di tim kebanggaan bobotoh ini. Diantaranya adalah pergantian nama, unsur keterlibatan pihak-pihak tertentu, serta lokasi Persib di Kota Bandung. Dan khusus untuk pergantian logo, lanjut Dada, harus ada kesepakatan dengan semua pihak yang terkait di tim Persib.
“Yang pasti, jangan menghilangkan apa yang telah jadi ciri khas Persib. Selain itu, kita harus tetap pertahankan Persib tetap di Kota Bandung dan para pengurusnya juga harus tetap kita-kita, jangan sampai banyak orang lain di luar Jawa Barat,” jelasnya.
(Raka Zaipul/Koran SI/hmr)