Presiden Barca Kunjungi Pengungsi Ruanda

Muhayati Faridatun - Okezone
Selasa, 16 Maret 2010 20:08 wib
Foto: Joan Laporta / Reuters
Foto: Joan Laporta / Reuters
KIZIBA - Presiden Barcelona Joan Laporta ternyata tak hanya sibuk mengurusi klubnya. Dirinya masih menyempatkan diri dalam kegiatan sosial, dengan mengunjungi para pengungsi di Ruanda.
 
Pekan lalu, Laporta memimpin rombongan perwakilan klub terbang ke bagian timur-tengah Afrika, tepatnya di wilayah pengungsian Kiziba, Ruanda Barat. Perjalanan ini merupakan kolaborasi antara Barca dengan badan PBB yang menangani masalah pengungsian, UNHCR.
 
Laporta dan para delegasi mendatangi sekira 19.000 pengungsi Kiziba, wilayah yang dijadikan lokasi pengungsian sejak 1996 silam. Pastinya, rombongan tidak datang tanpa ‘oleh-oleh’. Ya, sang presiden memutuskan menggelontorkan bantuan berupa uang tunai senilai 100 ribu dolar AS.
 
Ternyata, ini bukan kali pertama Barca menyatakan kepeduliannya pada para pengungsi. Menurut sumber dari UNHCR, raksasa Catalan sudah menyisihkan 0,7 persen dari anggaran tahunannya bagi Yayasan Barcelona, sejak 2006 lalu. Juara bertahan Liga Champions ini juga menyumbang lebih dari 2 juta dolar AS setiap tahun pada UNICEF, untuk memasang logo badan PBB khusus pendidikan dan budaya tersebut di kostum kebesaran Barca.
 
“Kami memperlihatkan jiwa kami pada para sesama yang hidupnya kurang beruntung, karena Barcelona tak hanya sekadar sebuah klub. Saat kami mengatakan hal ini, bukan berarti melontarkan sebuah slogan,” ujar Laporta, seperti dilansir Goal, Selasa (16/3/2010).
 
“Cara terbaik membuktikannya adalah mengembalikannya pada lingkungan, dimana bagian dari apa yang lingkungan berikan pada kami. Terima kasih pada semua pihak yang memberikan kesempatan untuk mengungkapkan rasa solidaritas kami,” tambahnya.
 
“Di Kiziba ini, kami merupakan bagian dari UNHCR, yang mengembangkan program-program seputar pendidikan, nutrisi dan tentunya olahraga. Anda tahu, saya katakan pada para pengungsi bahwa mereka lebih tangguh dibanding para pemain saya. Ya, saya yakin itu. Saya bermaksud mendukung mereka untuk bangkit dari keterpurukan,” tutup pria kelahiran Barcelona, 47 tahun silam.
(far)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit