Wenger: Saya Berhak Protes

Defanie Arianti - Okezone
Sabtu, 6 Maret 2010 02:17 wib
Foto: Arsene Wenger melontarkan protes saat Arsenal bertandang ke Stoke City / Reuters
Foto: Arsene Wenger melontarkan protes saat Arsenal bertandang ke Stoke City / Reuters
LONDON - Menyusul pemberitaan sejumlah media yang memojokkan dirinya pascacedera Aaron Ramsey, pelatih Arsenal Arsene Wenger berupaya membela diri. Wenger berkeras, pernyataannya meminta perlindungan lebih atas anak-anak asuhnya di lapangan adalah hal wajar.

Ramsey dipastikan absen lama demi memulihkan cedera patah tulang yang dialaminya, pekan lalu. The Professor -julukan Wenger- mengklaim, tekel yang dilakukan bek Stoke City Ryan Shawcross terhadap Ramsey "sangat mengerikan dan tidak bisa diterima".

Namun, hampir seluruh pengamat Premier League menilai, insiden mengerikan itu murni kecelakaan sehingga Shawcross tidak layak menjadi 'kambing hitam'. Bahkan, Shawcross juga mendapat dukungan dari sejumlah fans The Gunners berkat tindakan simpatiknya setelah menerima kartu merah akibat tekel tersebut.

Tidak terima dengan klaim media Inggris yang menyebutnya terlalu banyak mengeluh, Wenger berkeras, pernyataan yang dia lontarkan seputar insiden itu merupakan hak dan kewajibannya sebagai pelatih.

"Saya merasa seperti diadili. Apa yang harus saya bela? Anda tidak bisa mengatakan semuanya baik-baik saja ketika seorang pemuda 19 tahun mengalami patah tulang seperti Ramsey. Apakah Anda bisa menerima hal itu? Saya tidak bisa," ketus Wenger seperti dikutip Soccerway, Sabtu (6/3/2010).

"Jika ini adalah kecelakaan, maka ini memang kecelakaan. Tapi, setidaknya Anda boleh merasa kesal dengan hal itu. Anda tidak bisa berkata bahwa ini hal yang wajar dan bersikap seolah tak terjadi apa-apa," lanjutnya.

"Saya tetap berpegang teguh pada pernyataan saya 100 persen. Memang saya tidak selamanya benar, tapi saya berhak melontarkan opini, dimanapun saya bekerja," pungkas Wenger.
(van)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit