Foto: Giovanni Trapattoni/Reuters
DUBLIN - Penampilan ciamik Inter Milan di bawah arahan Jose Mourinho terus menuai pujian. Kali ini, pujian datang dari mantan pelatih I Nerrazzurri Giovanni Trapattoni yang menyatakan, Mourinho merupakan duplikasi dari pelatih legendaris Inter, Helenio Herrera.
Komentar yang dilontarkan Trapattoni kali ini memabgn bukan tanpa alasan. Selain berhasil melabuhkan sejumlah trofi bergengsi, Mr. Trap -sapaan akrab Trapattoni– juga menilai, Mourinho memiliki gaya kepelatihan keras, sama seperti Herrera yang sukses mengantar skuad emas Inter (Grande Inter) dua kali meraih trofi Liga Champions pada era 1960-an.
“Dia (Mourinho) merupakan Helenio Herrera baru,” tegas Trapattoni yang kini menukangi Timnas Irlandia, sebagaimana dikutip La Gazzetta Dello Sport, Jumat (5/2/2010).
“Dia merupakan sosok yang hebat di bench, terutama dalam berkomunikasi dengan para pemainnya. Dia juga sepenuhnya memahami sulitnya kompetisi di Italia,” tambah pelatih yang sempat membawa Inter meraih trofi scudetto pada 1989 ini.
Sejak dilatih Mourinho pada 2008 lalu, Inter memang terus menunjukkan grafik permainan menanjak baik di kompetisi lokal maupun Eropa. Tercatat, tiga gelar bergengsi -dua Serie A dan satu supercopa Italia- berhasil dilabuhkan mantan pelatih Chelsea dan FC Porto ini ke Appiano Gentile, markas Inter.
Musim ini, Inter dibawanya berpeluang membawa pulang tiga trofi sekaligus. Inter diantarnya lolos ke babak semifinal Coppa Italia, memuncaki klasemen sementara Serie A dan selangkah lagi menembus babak perempat final Liga Champions, usai memukul Chelsea 2-1 pada leg pertama babak 16 besar di Giuseppe Meazza. (acf)