MILAN - Klaas Jan Huntelaar membantah keras kabar yang menyebutnya melecehkan fans Fiorentina saat melakukan selebrasi gol yang pada kemenangan 2-1 untuk AC Milan. Striker asal Belanda itu mengaku selebrasi tersebut hanya sebatas luapan kegembiraan.
Dalam pertandingan tunda yang berlangsung di Artemio Franchi, Kamis dini hari kemarin, Hunter –julukan Huntelaar– berhasil mencetak gol penyeimbang di menit 81, setelah sebelumnya Milan tertinggal 0-1 lewat gol mantan striker Rossoneri, Alberto Gilardino. Milan akhirnya menyegel tiga poin lewat Alexandre Pato di menit akhir laga.
Namun, yang menjadi polemik adalah selebrasi gol Huntelaar yang dalam gerak tubuhnya menggambarkan sebuah “payung” di hadapan pendukung La Viola. Selebrasi itu pun menuai banyak kecaman karena dinilai melecehkan fans Fiorentina. Akan tetapi, mantan striker Real Madrid itu langsung menepis anggapan bahwa selebrasi yang dilakukannya itu untuk melecehkan lawan.
“Setelah gol penyeimbang yang saya cetak di Florence, saya hanya terlalu gembira,” jelas Huntelaar melalui situs resmi klub, sebagaimana dikutip Football-Italia, Sabtu (27/2/2010).
“Itu merupakan gol penting yang datang pada saat kami menderita sepanjang laga. Gesture tubuh saya saat selebrasi juga merupakan bagian dari rasa bahagia dan kebebasan, dimana kami bisa menyamakan kedudukan setelah cukup lama tertinggal. Tapi yang jelas, selebrasi saya itu sama sekali tak bermakna untuk melecehkan fans lawan,” tambahnya.
“Saya sangat menyesal jika selebrasi saya ini harus berakhir dengan cara seperti ini (polemik),” tutup bomber yang kini telah mengemas enam gol dalam enam laga sebagai starter Milan, musim ini.
(
acf)