MILAN - Larangan tiga laga yang diterima Jose Mourinho akibat aksi kontroversialnya akhir pekan lalu dinilai berlebihan. Agen pelatih Inter Milan, Eladio Parames, mengklaim, aksi yang dilakukan kliennya itu salah dimengerti oleh Lega Calcio.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, Mourinho harus menjalani sanksi tiga laga setelah memperagakan tangan diborgol kala Inter ditahan tanpa gol oleh Sampdoria, akhir pekan lalu. Hal itu dilakukan pelatih Portugal menyusul ketidakpuasannya terhadap wasit yang memberikan kartu merah pada dua pemainnya: Walter Samuel dan Ivan Cordoba.
Mourinho dinilai telah menghina wasit beserta asisten wasit. Namun, Parames berkeras, aksi yang dilakukan kliennya tak ada hubungannya dengan wasit.
"Tindakan Mourinho disalahartikan," tutur Parames kepada
Football Italia, Selasa (23/2/2010).
"Aksinya itu tidak terkait wasit. Mourinho ingin mengatakan 'silakan bawa saya pergi, masukkan saya ke penjara, tapi Inter adalah tim terkuat dan kami akan menang kendati hanya diperkuat sembilan pemain,'" jelasnya.
Kubu Inter sendiri telah melontarkan keberatan atas sanksi yang dijatuhkan Lega Calcio terhadap Mourinho. Jawara Serie A siap mengajukan banding terkait hukuman tersebut. Apalagi, selain Mourinho, dua punggawanya yakni Esteban Cambiasso dan Sulley Muntari juga menerima sanksi larangan dua laga. Cambiasso dihukum karena mencoba memukul pemain Il’Samp, sementara Muntari menghina ofisial pertandingan.
(
van)