BARCELONA - Menghabiskan seluruh karir profesionalnya bersama Barcelona, playmaker Xavi Hernandez secara mengejutkan mengaku jika dirinya sempat berpikir untuk hengkang dari skuad raksasa Spanyol. Benarkah?
Pengakuan itu diungkapkan Pemain Terbaik Euro 2008, Kamis (18/2/2010). Sukses menembus skuad utama di usia 18 tahun, Xavi kerap dinilai sebagai suksesor Pep Guardiola, yang kini menjadi arsitek di balik kesuksesan Barca sepanjang 2009. Rupanya, perbandingan itu justru berdampak buruk terhadap kepercayaan dirinya dan membuat Xavi berpikiran untuk hengkang.
"Beberapa kali saya berpikir untuk meninggalkan Barcelona. (Itu terjadi) di tahun-tahun awal, ketika saya masih berupaya mengembangkan diri sebagai pemain dan Pep berada jauh di atas saya," cetus Xavi sebagaimana dikutip
tribalfootball.
"Saya adalah pendatang baru di skuad utama ketika masih berusia 17 atau 18 tahun. Perbandingan dengan Guardiola ini menyakiti saya," ungkapnya.
"Beberapa tahun lalu, saya kembali memikirkannya. Itu terjadi pada era Frank Rijkaard dan banyak hal tidak berjalan sebagaimana mestinya," aku pemain kelahiran 25 Januari 30 tahun lalu.
"Saya tidak tahu apakah klub pernah berpikiran untuk menjual saya," pungkas Xavi.
Beruntung bagi Barcelonistas, Xavi memilih bertahan. Sebagai motor serangan Blaugrana, Xavi memegang peran krusial dengan mengantarkan klub asal Catalan merengkuh enam gelar juara musim lalu. Prestasi itu juga yang menempatkan dirinya di peringkat tiga perebutan Ballon d’Or 2009, membuntuti Cristiano Ronaldo (Real Madrid) di tempat kedua dan rekan setim Lionel Messi yang merebut trofi utama.
(
van)