ROMA - Sekira 1000 fans Lazio dilaporkan bentrok dengan pihak kepolisian saat aksi demonstrasi yang digelar di depan tempat latihan Formello, Roma, Selasa (9/2/2010) waktu setempat, mulai tak terkendali.
Diyakini, 1000 Laziale -sebutan fans Lazio- 'menyerbu' tempat latihan tim kesayangan mereka demi melontarkan ketidakpuasan atas performa mengecewakan Mauro Zarate dkk. Saat ini, Lazio berada di zona degradasi setelah hanya mampu menuai empat kemenangan dari 23 laga.
Laziale menyerukan kemarahan mereka terhadap klub di sekitar Formello sebelum polisi akhirnya datang untuk mengamankan suasana. Para pengunjuk rasa kemudian melemparkan bom kertas buatan sendiri kepada barisan polisi. Alhasil, polisi pun bereaksi dengan melontarkan gas air mata untuk membubarkan massa, demikian disitat
Sky Sport Italia, Rabu (10/2/2010).
Sejumlah punggawa Biancoceleste yang tiba untuk menjalani latihan sempat tertahan oleh barisan pengunjuk rasa. Namun, mereka akhirnya diperbolehkan lewat. Meski demikian, sesi latihan belum bisa digelar karena pihak klub menghawatirkan keselamatan para pemain. Mereka baru akan melakukan latihan jika situasi berangsur kondusif.
Performa tim yang mengecewakan sepanjang musim ini memang menimbulkan rasa frustrasi di kubu Laziale. Bukan kali ini saja mereka melakukan aksi protes terkait merosotnya prestasi tim. Akhir Oktober 2009, sekira 200 ultras Lazio pun menggelar aksi protes yang diwarnai tindakan anarkis dan sempat bentrok dengan polisi.
Manajemen Lazio sendiri baru saja memecat pelatih Davide Ballardini yang dinilai gagal mengangkat performa armada Aquile. Mantan arsitek Cagliari dan Napoli Edy Reja kabarnya bakal segera mengambil alih kursi kepelatihan klub setelah memutuskan kontrak dengan klub Kroasia, Hajduk Split.
(
van)