PSSI Ngotot Bidding, Tunggu Respon FIFA

Senin, 8 Februari 2010 22:11 wib
JAKARTA - PSSI bersikeras melakukan bidding menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Mereka berharap FIFA memberikan kebijakan terbaiknya setelah Pemerintah Indonesia tak memberikan garansi.

Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengatakan, pihaknya tinggal menunggu kebijakan dari otoritas sepak bola tertinggi di dunia itu untuk menentukan apakah Indonesia layak menjadi tuan rumah meski tanpa dukungan pemerintah.

Nugraha mengakui, pihaknya tak dapat berbuat banyak setelah instansi terkait pemerintah seperti Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) dan Menteri Pemuda dan Olahraga dengan tegas tak memberikan respon positif. “Pada dasarnya kami telah melakukan koordinasi dengan mereka, terutama mengajukan permohonan. Tujuannya tak lain meminta garansi dari pemerintah menjadi tuan rumah, apalagi kami tinggal membutuhkan satu persyaratan tersebut,” ujar Nugraha, Senin (8/2/2010).

Sayang, dari beberapa permohonan yang telah diajukan PSSI. Nugraha mengaku hanya beberapa yang merespon positif. Sementara lainnya belum ada tindak lanjut atas keinginan besar pihaknya, apalagi batas akhir penyerahan administratif bidding, Selasa (9/2/2010).

Meski demikian, dia tak ingin menyerah meski hanya menunggu kepastian dari FIFA. Dia optimistis organisasi yang dipimpin oleh Sepp Blatter itu akan memberikan kemudahan jalan untuk PSSI. “Kami tak ingin disebut pasrah, karena semua jalan telah kami tempuh. Hanya, pemerintah yang belum memberikan garansi kepada kami,” pungkasnya.

Menurut Nugraha, semua persyaratan seperti infrastruktur, transportasi, hingga faktor penunjang menjadi tuan rumah lainnya telah dipenuhi. Sayang, pihaknya mendapatkan satu ganjalan besar ketika pemerintah belum juga memberikan garansi.

Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dengan tegas tak memberikan isyarat garansi kepada PSSI menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Andi justru meminta PSSI memperbaiki prestasi pesepakbolaan Tanah Air terlebih dahulu.

“Lebih baik prioritas kepada pembinaan terlebih dahulu. Jika sudah menunjukkan prestasi, maka sepak bola Indonesia pastinya akan ambil bagian dimana pun Piala Dunia itu diselenggarakan,” papar Andi kepada wartawan, Senin (8/2/2010).

Andi tak ingin mematikan semangat dunia sepak bola Tanah Air, apalagi sebuah kebanggaan jika Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk pertama kalinya. Tapi, dia ingin PSSI terlebih dahulu berkaca atas prestasi minim timnas sepak bola Indonesia belakangan ini.

Catatan itu sepertinya menjadi sinyal pemerintah tak memberikan garansi kepada PSSI. “Kami tentu memiliki banyak pertimbangan sebelum mengambil keputusan. Intinya, kami ingin prestasi sepak bola Indonesia ditingkatkan terlebih dahulu,” pungkasnya. (Edi Yulianto/Koran SI/acf)
  • Bambang Hermansyah » 0 Tanggapan
    hanya pemerintah yg bodoh yg ga mendukung PD di Indonesia...jadi tuan rumah PD itu suatu kebanggaan..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • istiawanae » 0 Tanggapan
    apa bangganya punya pemerintah yang sll ngomongnya berbangga2 gtu, tp soal hajat u/ rakyat acuh ta' acuh gtu....lah.apa ngga' liat timnas pas jd tuan rmh piala asia kemarin....qta 'kan bangga banget gtu........
    Beri Tanggapan Laporkan
  • celebes » 0 Tanggapan
    @grunk perbedaan adl rahmat jadi disyukurin aja kl ada perbedaan, yg jelek kl perbedaan itu jika masing2 ngotot bhw sayalah yg paling benar, tapi bagemana qt petik mana yg lebih baik dari keduanya utk hati nurani qt, krn dia pasti ga bohong.. maaf sy tanggapi sedikit komen anda, mnurut anda pemerintah dlm mnolak bidding kemaren apakah berdasrkan hasil jajak pendapat dari masyarakat?.. kl iya, masyarakat yg mana yg mereka jadikan sampel?? apakah masy okezone?? trus masalah prestasi, apakah jepang dan korea kemaren sbg tuan rumah punya gigi/prestasi dikancah dunia pra-pencalonannya.. trus afrika??
    Beri Tanggapan Laporkan
  • grunk » 0 Tanggapan
    @celebes : emang sih namanya pendapat ga mungkin bisa dipaksain tapi faktanya saat ini sebagian besar komen bilang kita belum layak ikut bidding dengan beragam alasan bukan berarti yang banyak pasti benar. tapi setidaknya bisa mewakili perasaan masyarakat secara keseluruhan dan tugas pemerintah ya sebagai penyalur aspirasi masyarakatnya kesimpulannya pssi ga perlu ikut bidding, dan silahkan perbaiki prestasi saja
    Beri Tanggapan Laporkan
  • celebes » 0 Tanggapan
    buat teman smua..walau indonesia dah gagal buat biding.. saya patut memberikan pencerahan lagi buat teman yg pesimistis.. dulu nenemoyang kita ga perna nyangka kl besi bisa terbang di atas langit n bahkan tiap malam bermimpi.. alangkah indahnya kl itu terjadi.. ternyata mimpi itu mnjadi kenyataan n terciptalah pesawat.. itu hanya karena motivasi kuat, optimisme serta berusaha dan terus berusaha.. indonesia adl negara kaya, afrika adl negara yg slama ini akrab dg perang, kelaparan, kejahatan yg bermacam bisa jadi tuan rumah.. tanya knapa??karena masyarakat dan pemerintahnya punya motivasi dan optimisme tinggi.. tapi sayang diindonesia baik pemerintah n sbgian masy.nya sangat lemah menelaah smua peluang yg ada.. smua dihubungkan keranah politiklah.., sayang skali kita tdk bakal maju kl warna pikiran kita masih dihantui kegagalan dan kecurigaanisme.. **skali lagi bagi teman yg nyangkut pautkan prestasi tim dg biding tuan rumah, ...sbenarnya itu tdk berkorelasi, buktinya kmaren korea n jepang ga punya kans dikanca dunia mereka bisa, ko.. skrg pemain negaranya dah banyak yg dilirik ma eropa buat ramekan liganya..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit