SANTOS - Ucapan kontroversial dilontarkan bomber anyar Santos Robinho terkait masa lalunya bersama raksasa Spanyol Real Madrid. Robinho mengklaim, arsitek El Real kala itu, Fabio Capello memiliki sentimen pribadi terhadap pemain-pemain berkebangsaan Brasil.
Pemain bernama lengkap Robson de Souza mengambil keputusan mengejutkan saat hengkang dari Los Galacticos menuju klub kaya raya Inggris, Manchester City, 2008 lalu. Banyak pihak mengklaim, kepindahan Robinho hanya berdasarkan pertimbangan finansial. Maklum, City yang kini dimiliki miliarder Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan tidak perlu pusing menggelontorkan 32,5 juta pounds sebagai biaya transfer serta menggajinya hingga 160 ribu pounds per pekan.
Namun, Robinho berkeras, keputusannya saat itu juga disebabkan ‘ketidakadilan’ yang dirasakan bersama Capello. Seperti diketahui, striker 26 tahun memang jarang diturunkan oleh pelatih Italia yang kini mencicipi sukses bersama Timnas Inggris.
"Saya tidak bahagia di Real Madrid. Saya tahu bahwa Fabio Capello tidak menyukai pemain Brasil," cetusnya sebagaimana disitat
Globo, Senin (8/2/2010).
Lebih lanjut, Robinho juga 'menyerang' mantan presiden Ramon Calderon yang mengundurkan diri, awal 2009 silam. "Calderon tidak memperlakukan saya dengan baik," ketus Robinho.
Meski demikian, Robinho toh mengaku menyesali sikapnya yang memaksakan transfer tersebut melalui media massa. "Fans Madrid tidak layak mendapat perlakuan itu (dari saya), meskipun mereka menuntut saya berlebihan," ucap Robinho.
Menyusul belanja besar-besaran The Citizenz awal musim ini, Robinho kembali menjadi penghias bangku cadangan dalam skuad yang kini ditangani Roberto Mancini. Alhasil, pada bursa transfer paruh musim lalu, dia kembali ke klub lamanya, Santos, dengan status pinjaman.
(
van)