MEXICO CITY - Harian lokal Mexico City, Reforma, mensinyalir, motif penembakan terhadap Salvador Cabanas adalah karena sang pelaku menuntut striker Timnas Paraguay mencetak gol demi "membawa Club America (klub tempat Cabanas bermain - red) juara". Benarkah?
Insiden penembakan terhadap Cabanas terjadi di Bar Bar, sebuah klub malam Meksiko, 25 Januari lalu. Cabanas tertembak di bagian kepala dan kini berada dalam kondisi kritis karena mengalami penggumpalan darah di otak.
Meski kondisi Cabanas belum menunjukkan peningkatan, tidak demikian halnya dengan motif insiden itu sendiri. Seorang pegawai Bar Bar, Javier Ibarra, mengaku sempat mendengar percakapan antara Cabanas dengan pelaku sebelum peristiwa mengerikan itu terjadi.
Menurut berita yang dilansir
Reforma, Jumat (29/1/2010), pelaku melontarkan pertanyaan "mana gol-gol yang akan menjadikan Amerika juara?" kepada striker 29 tahun.
Ibarra menjelaskan, Cabanas langsung merespon dengan menanyakan identitas si pelaku. Cabanas disinyalir tersulut emosi setelah mendengar pertanyaan tersebut dan sempat melontarkan kata-kata kasar kepada pelaku.
Pelaku kemudian, dilaporkan, mengeluarkan sepucuk senjata dan mengarahkan kepada Cabanas. Pemain kelahiran Asuncion kabarnya menantang keberanian pelaku. Saat itulah Ibarra mendengar suara tembakan.
Dr. Ernesto Martinez yang merawat Cabanas baru-baru ini membatalkan operasi craniotomy menyusul kondisi sang pemain yang terus memburuk. Tak ingin mengambil risiko, Dr. Martinez kini hanya bisa menunggu kondisi Cabanas membaik sebelum melakukan operasi pengangkatan peluru yang masih bersarang di kepalanya.
(
van)