TURIN - Luciano Moggi kembali melontarkan kecaman terhadap mantan klubnya. Kali ini, mantan direktur olahraga Bianconeri bahkan 'menyerang' presiden klub, Jean-Claude Blanc, dan mendesaknya untuk mundur.
Performa Juventus dalam beberapa pekan terakhir memang jauh dari menggembirakan. Dalam delapan laga terakhir, skuad besutan Ciro Ferrara dipaksa menelan enam kekalahan. Termasuk kalah telak 0-3 dari AC Milan dan ditundukkan Chievo (1-0). Terakhir, Bianconeri ditundukkan AS Roma 2-1, Senin (25/1/2010) dini hari WIB.
Rentetan hasil mengecewakan itu sontak menggusur Juve ke peringkat enam klasemen sementara. Padahal, La Vecchia Signora sempat bersaing ketat dengan Rossoneri di posisi tiga besar. Tidak heran, Moggi pun langsung menunjuk Blanc sebagai kambing hitam.
"Juve harus membayar mahal ketidakbecusan dan inkompetensi para direkturnya. Anda bisa lihat, para pemain tegang dan kehilangan kepercayaan diri," ketus aktor utama skandal Calciopoli sebagaimana dikutip Goal, Senin (25/1/2010).
"(Direktur olahraga Alessio) Secco harus kembali bertindak sebagai manajer tim dan Blanc seharusnya segera mundur. Padahal, Blanc pernah berkata bahwa menangani manajemen sepakbola lebih mudah dari yang dia kira. Mungkin saat itu dia memikirkan tim orang lain," imbuh Moggi.
“Mereka (Secco dan Blanc) telah menghancurkan klub yang pernah menjadi salah satu terbaik dunia dari segi organisasi maupun kompetensi,” lanjutnya lagi.
Moggi tampaknya cukup menikmati situasi ini sebagai ajang balas dendam. Maklum, 2006 silam, dia dipaksa mundur dari manajemen Juve sebagai pelaku skandal Calciopoli dan dilarang ambil bagian dalam aktivitas sepakbola selama lima tahun.
"Mereka menyerang kami secara publik dan bahkan menyerang keluarga-keluarga kami. Tapi, segala sesuatu ada balasannya," tandas Moggi.
(
van)