Foto: Daylife
MILAN - Setiap orang pasti memiliki resolusi atau harapan yang akan membawa mereka ke arah lebih baik di tahun depan. Namun tidak demikian dengan pelatih Inter Milan, Jose Mourinho. Menurutnya, ia takkan mengubah sifatnya kendati sepanjang 2009 kemarin, ia sempat “terlibat peperangan dengan media massa Italia.”
Mourinho menutup perjalanan karirnya di tahun 2009 dengan kontroversi. Pelatih Inter Milan ini terlibat perseteruan hebat dengan sejumlah media Italia. Teranyar, pelatih berjuluk The Special One ini kabarnya sempat melakukan tindak kekerasan terhadap seorang wartawan Italia yang mencoba meminta komentarnya terkait hasil 1-1 yang didapat Nerazzurri saat berhadapan dengan Atalanta.
Namun pelatih asal Portugal ini mengaku jika dirinya tak bersalah dalam insiden yang membuatnya terancam sanksi satu bulan yang diajukan asosiasi wartawan Italia. Mou mengatakan dirinya takkan mengubah sikapnya, karena ia bukanlah tipe orang yang suka menjilat.
“Saya tak pernah mengkritisi Italia karena orang-orangnya. Namun, kritikan saya ini tertuju pada catatan buruk saya dengan para wartawan Italia. Faktanya, saya menyebut hal tersebut tak ubahnya seperti “perang”,” papar Mourinho sebagaimana dikutip Football-Italia, Sabtu (2/1/2010).
“Dalam pandangan saya pribadi, saya tak merasa bersalah dalam masalah itu (perseteruan dengan wartawan). Ini merupakan sebuah perang yang tak pernah saya menangkan. Sebab, kalian (wartawan) banyak orang sementara saya hanya sendirian,” tambahnya.
“Saya boleh kalah dalam perang ini. Namun, mereka tak bisa mengubah kepribadian, hak dan kebebasan saya untuk berpikir. Saya takkan jadi seorang penjilat untuk mengakhiri perseteruan ini. Saya akan tetap bertahan dengan pendirian saya. Jadi, saya akan tetap mengatakan apa yang ada di pikiran saya, meskipun kalian (wartawan) tak menyukainya,” imbuh mantan pelatih Chelsea ini.
a (acf)