Kegagalan U-23 di Laos Salah Pilih Pelatih

Kamis, 31 Desember 2009 21:04 wib
Foto: Daylife
Foto: Daylife
JAKARTA - Kegagalan timnas U-23 Indonesia dalam ajang Sea Games XXV di Laos dipicu kesalahan sang pelatih. Selain itu, minimnya uji coba tingkat internasional juga diklaim sebagai imbas buruknya permainan Tony Sucipto dkk.

Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui Badan Tim Nasional (BTN) menuding pemilihan pelatih menjadi biang kerok kekalahan Timas U-23 di perhelatan olahraga terakbar se-Asia Tenggara tersebut. Penunjukkan Alberto Bica, pelatih asal Uruguay ini dinilai kurang tepat sehingga tidak memberikan hasil maksimal.

“Kita salah memilih pelatih, karena Alberto memang tidak maksimal sehingga kita kalah,” kata Ketua BTN Rahim Soekasah di Jakarta.

Jangankan merebut medali emas di SEA Games Laos 2009, timnas U-23 terpaksa angkat koper lebih awal karena perjuangan mereka terhenti di babak penyisihan Grup B setelah dalam pertandingan ketiganya kalah 1-3 dari Myanmar di Stadion Nasinal Laos.  Dalam dua pertandingan sebelumnya, Indonesia juga tampil mengecewakan. Tony dkk hanya puas bermain imbang 2-2 kontra Singapura dan kalah 0-2 dari Laos.

Menurut Rahim, sebetulnya kualitas pelatih Bica tidak begitu buruk. Namun pihaknya menilai, pelatih asal Uruguay itu terlalu percaya diri, sehingga tim besutannya justru pulang lebih awal dalam ajang olahraga terakbar se-Asia Tenggara itu.

Selain salah pilih pelatih, kegagalan timnas U-23 dipicu minimnya ujicoba di level internasional. Tony dkk lebih banyak melakukan ujicoba dengan tim lokal. Kondisi ini jelas membuat U-23 buta perkembangan sepak bola Asia. Sang pelatih masih menganggap perkembangan sepak bola Asia masih jauh tertinggal dari Eropa. Padahal, faktanya sepakbola Asia mengalami perkembangan yang signifikan.

"Bica sendiri buta dengan sepakbola di Asia. Dia pikir, sama saja dengan tim lokal yang sempat menjajal anak asuhnya. Baru setelah timnya dikalahkan Malaysia di laga uji coba, pikirannya sedikit terbuka akan kemajuan sepakbola di Asia," kata Rahim.

Butanya Bica tentang perkembangan sepak bola Asia diperburuk dengan keputusannya membuang sejumlah pemain inti karena cedera. Dalam ajang Sea Games Laos, setidaknya empat pemain inti tidak diberangkatkan. Mereka adalah Boaz Theofillus Erwin Salossa, Djayusman Triasdi, Rahmat Latief dan Dendy Santoso. Padahal, menjelang keberangkatan, keempat pemain ini dalam kondisi bugar. Dikabarkan, tidak diikutsertanya keempat pemain ini sebagai buntut tindakan indisipliner yang dilakukan mereka. Padahal, kalau saja Bica mau berkompromi, para pemain itu bisa diandalkan U-23.

BTN mengklaim seharusnya timnas U-23 lebih cocok ditukangi pelatih U-19 yaitu Cesar Payovivh. "Hanya saja, Cesar kala itu harus kembali ke Uruguay karena istrinya sakit keras akibat terkena kanker, sehingga tugasnya membesut timnas U-23 digantikan Bica," kata Rahim.

Ketua Umum PSSI Nurdin Halid sebelumnya menyebutkan, tiga faktor penyebab tidak maksimalnya penampilan timnas U-23 Indonesia. Pertama, menyangkut kemandekan komunikasi antara pelatih dengan pemain.“Saya baru tahu kalau pelatih kepala Alberto Bica itu tidak bisa berbahasa Inggris apalagi Indonesia . Bagaimana dia bisa berkomunikasi dengan baik kepada para pemainnya,” kata Nurdin.

Faktor kedua, terkait dengan periodesasi pelatihan yang kurang maksimal, serta faktor ketiga adalah kondisi Stadion Chao Anou Vong yang bisa dikategorikan “tidak layak” untuk pertandingan yang membawa nama bangsa. (Whisnu Bagus /Koran SI/msy)
  • RYO » 0 Tanggapan
    orang kaya NURNID HALID tuh mesti di bina...(BINASAKAN) dari bumi INDONESIA.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • osat » 0 Tanggapan
    alesan !! harusnya ada fit & proper kalo mau nguji calon pelatih!! jgn asal tunjuk aja. udah gagal aja baru nyalahin pelatih,,kalo ternyata sukses ngaku2 atas nama keberhasilan organisasi. halah..lagu lama.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ikkyman » 0 Tanggapan
    lah mental ketua PSSI aja koruptor kok....gimana mau mengasuh PSSI ? maling mengurus urusan halal ??? sampe kiamat juga ga bakal bisa deh....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • buDhipedia » 0 Tanggapan
    Ketua Umum PSSI Nurdin Halid sebelumnya menyebutkan, tiga faktor penyebab tidak maksimalnya penampilan timnas U-23 Indonesia. Pertama, menyangkut kemandekan komunikasi antara pelatih dengan pemain.?Saya baru tahu kalau pelatih kepala Alberto Bica itu tidak bisa berbahasa Inggris apalagi Indonesia . Bagaimana dia bisa berkomunikasi dengan baik kepada para pemainnya,? kata Nurdin. Alibi yg sangat baik... Org Hebat Kayak bapak masa gak tau dari awal klo pelatih kita gak bisa berkomunikasi Bhs. Inggris.. Payah...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ikkyman » 0 Tanggapan
    bukan salah pilih pelatih....tapi salah pilih negara.... kenapa seekor negara indonesia bermimpi jadi juara ??? MUSTAHILLL !!!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit