JAKARTA - Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengincar pelatih Alfred Reidl untuk menukangi timnas U-23 Indonesia. Riedl akan menggantikan Alberto Bica yang habis masa kontraknya. Selain itu, pergantian sang arsitek wajib dilakukan menyusul hasil buruk pelatih asal Uruguay tersebut di ajang Sea Games XXV Laos belum lama ini.
Prestasi U-23 Merah Putih di ajang terakbar se-Asia Tenggara itu memang cukup memprihatinkan. Jangankan merebut medali emas, timnas U-23 terpaksa angkat koper lebih awal karena perjuangan mereka terhenti di babak penyisihan Grup B setelah dalam pertandingan ketiganya kalah 1-3 dari Myanmar. Sementara dalam dua pertandingan sebelumnya, Indonesia juga tampil mengecewakan. Tony Sucipto dkk hanya puas bermain imbang 2-2 kontra Singapura dan kalah 0-2 dari Laos. “Kami sudah bicara dengan Pak Besoes (Sekjen PSSI), prinsipnya dia setuju,” kata Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Rahim Soekasah di Jakarta kemarin.
BTN bersama PSSI dalam waktu dekat akan melakukan pembicaraan dengan pelatih yang memimpin tim Sea Games Laos tersebut. Diharapkan, usai Musyawarah Nasional (Munas) PSSI 16-18 Januari mendatang, kepastian Riedl mengarsiteki U-23 dapat terwujud.. “Saat ini belum ada pembicaraan, namun kami usahakan secepatnya, paling tidak sehabis Munas di Bandung,” kata Rahim.
Dipilihnya pria yang pernah menjadi striker Austria Vienna dan Royal Antwerp ini sebagai kandidat pelatih U-23 Indonesia tak lepas dari prestasi yang ia torehkan saat menukangi tim-tim di Asia Tenggara. Yang teranyar, dalam Sea Games Laos belum lama ini, timnas U-23 Indonesia dihajar U-23 Laos yang diarsiteki Riedl dengan skor 2-0. Padahal sebelum diarsiteki Riedl, negeri yang cukup terbelakang dalam bidang sepak bola ini tidak pernah membuat gol dalam Sea Games sebelumnya di Thailand.
Prestasi lain pria asal Austria ini adalah saat menukangi timnas Vietnam. Riedl membawa negara itu menembus perempat final Piala Asia 2007, meski harus mengakui keunggulan Irak di delapan besar dalam turnamen tersebut. Meski demikian, prestasi Riedl bukan tanpa kelemahan. Usai melatih timnas Vietnam, Riedl juga pernah dipecat klub asal Vietnam, Hai Pong yang ia latih selama lima bulan.
Rahim mengungkapkan, upaya PSSI membidik Riedl adalah untuk mempersiapkan timnas U-23 menyongsong Sea games XXVI 2011 mendatang di Indonesia. Untuk mempersiapkan tim yang matang meraih juara, tidak tiba-tiba dengan cara instan. Diperlukan waktu cukup lama, seperti layaknya Riedl menukangi timnas Vietnam. “Sebelum melatih di timnas senior Vietnam, Riedl juga menukangi U-23, kurang lebih 2-4 tahun dia di sana,” kata Rahim.
Mengenai gaji yang ditawarkan, Rahim belum berani berkomentar banyak. Dia hanya mengungkapkan, gaji yang ditawarkan tidak jauh berbeda dengan gaji pelatih asing sebelumnya seperti Peter White dan Ivan Kolev. Saat menukangi timnas Indonesia pada 2004 dan 2007, PSSI harus merogoh kocek sekitar USD10 ribu (Rp 100 juta) per bulan untuk menggaji Kolev. “Kira-kira tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya,” kata Rahim. (acf)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com