Kaleidoskop 2009

Kuda Hitam di Afrika Selatan

Achmad Firdaus - Okezone
Senin, 28 Desember 2009 21:11 wib
F: ist
F: ist
AJANG - Piala Dunia tak lagi diragukan sebagai turnamen sepakbola yang memiliki gengsi jauh di atas kompetisi lain yang beredar di muka bumi. Tak salah jika setiap negara rela berjuang mati-matian demi satu tujuan; menjadi yang terbaik di kolong langit.  
Untuk bisa mengikuti ajang elit yang hanya digelar empat tahun sekali ini, setiap negara harus bisa bersaing dengan negara lain yang berada dalam satu kontinen.
 
Dalam hal ini, FIFA mengerucutkan 204 calon kontestan di Piala Dunia ke dalam enam benua. Benua Afrika yang dihuni 53 tim mendapat jatah lima tiket. Asia mendapat jatah 4,5 tiket dari 43 tim yang berpartisipasi. Benua Amerika Utara, Tengah dan Karibia (35 tim) mendapat jatah 3,5 tiket, sementara benua Amerika Selatan yang dihuni 10 tim mendapat 4,5 tiket. Benua Oceania yang hanya ada 10 tim mendapat jatah 0,5 tiket. Porsi terbanyak diberikan pada kontestan asal Benua Eropa yang mendapat jatah 13 tiket dari 53 kontestan.
 
Selanjutnya, ke-204 kontestan ini akan saling sikut dalam fase kualifikasi Grup di masing-masing kontinen. Pada titik ini, setiap tim akan saling bertemu satu sama lainya dan berlomba meraih kemenangan. Tim yang paling banyak meraih kemenangan tentu akan lolos otomatis ke putaran final, sementara tim yang mengakhiri sesi kualifikasi di luar kuota yang telah ditentukan di atas, mereka harus rela melalui jalur play-off, untuk melengkapi kuota 32 tim termasuk Afsel (tuan rumah) yang akan beraksi di Piala Dunia 2010.
 
Pada babak kualifikasi yang telah rampung digelar beberapa waktu lalu, banyak cerita yang menarik untuk di simak. Salah satunya adalah sepak terjang dua tim tangguh Spanyol dan Belanda. Ya, kedua tim ini memang sukses menampilkan performa brilian sepanjang babak kualifikasi. Dari 10 laga yang harus dimainkan, kedua tim ini melewatinya dengan sempurna. Mereka tak pernah merasakan hasil imbang apalagi kalah.
 
Satu tim lain yang juga tak bisa diremehkan sepak terjangnya adalah Timnas Inggris di bawah arahan pelatih asal Italia, Fabio Capello. Ya, sejak ditangani Don Fabio pada akhir November 2007 silam, Inggris yang tengah terluka lantaran gagal tampil di Euro 2008, langsung menjelma sebagai salah satu tim yang menakutkan di dunia.
 
Rio Ferdinand dkk pun tak menemui kesulitan berarti di babak kualifikasi. Tergabung dengan Ukraina dan musuh bebuyutannya Kroasia di grup 6, skuad The Three Lions tampil sebagai juara grup dengan koleksi 27 poin, setelah memenangi sembilan dari 10 laga yang harus dimainkan.
 
Namun, diantara sukses besar yang diraih tim-tim di atas, tak jarang pula tim tangguh yang harus terseok-seok di babak kualifikasi dan bersusah payah untuk bisa lolos ke Piala Dunia. Ya, dialah Argentina. Mereka memang tak harus melalui jalur play-off untuk lolos ke putaran final.
 
Namun, perjuangan skuad besutan legenda hidup Tim Tango, Diego Maradona ini juga tak bisa dibilang mudah. Argentina memulai babak kualifikasi dengan buruk dan terancam gagal lolos ke putaran final. Beruntung, pada laga terakhir menghadapi Uruguay, skuad Los Albiceleste menang dan memastikan diri lolos otomatis, setelah menempati posisi empat dibawah Brasil, Paraguay dan Chili, sedangkan Uruguay yang menempati posisi lima harus melewati jalur play-off.
 
Jika Argentina mampu lolos otomatis meski harus bersusah payah, maka perjuangan Prancis dan Portugal lebih sulit lagi. Kedua negara kuat ini dipaksa melalui jalur play-off, setelah hanya mampu menempati posisi dua di klasemen masing-masing Grup. Di babak play-off, Portugal harus meladeni perlawanan Bosnia-Herzegovina. Beruntung, skuad besutan Carlos Queiroz berhasil melewati hadangan Bosnia setelah menang aggregat 2-0 (hasil dari kemenangan 1-0 yang diraih baik di kandang maupun tandang).
 
Duel play-off yang pastinya paling menarik untuk disimak adalah duel Prancis kontrak Rep. Irlandia. Mengapa menarik, karena dalam duel sengit ini, Prancis lolos ke putaran final setelah menang tipis 2-1 (menang 1-0 di Dublin & imbang 1-1 di Paris). Namun, hasil imbang itulah yang menjadi biang permasalahan.
 
Pasalnya, gol penyeimbang Prancis yang dicetak William Gallas berbau kontroversi yang akhirnya menyebar luas. Ya, dalam gol tersebut, bomber Thierry Henry diketahui sempat menahan bola dengan tangannya, sebelum melepaskan umpan yang dikonversi Gallas menjadi gol lewat sundulan kepala.
 
Atas sikap tidak sportifnya yang sempat merayakan kemenangan tersebut, Henry yang dalam tayangan ulang tertangkap basah melakukan kecurangan, sempat menjadi musuh utama publik dunia. Mereka mengecam perilaku striker Barcelona ini, kendati Henry sendiri telah mengakui kecurangannya tersebut dan meminta maaf.
 
Kubu Irlandia yang tidak puas dengan kepemimpinan wasit yang mengesahkan gol Prancis itu juga tak kalah pedas dalam mengajukan tuntutan. Skuad yang diarsiteki pelatih asal Italia Giovanni Trapattoni ini menuntut FIFA mengadakan pertandingan ulang. Pasalnya, mereka menilai, jika gol kontroversi tersebut tidak disahkan, Irlandia berpeluang besar lolos ke putaran final.
 
Sayang, permintaan Irlandia ini ditolak mentah-mentah FIFA yang bersikeras takkan menggelar partai ulangan. Prancis pun akhirnya lolos ke putaran final Piala Dunia dengan segala kontroversinya.
 
Satu lagi aspek yang patut di kupas sepanjang babak kualifikasi adalah sepak terjang tim-tim yang berpotensi menjadi "kuda hitam" dalam perhelatan empat tahunan ini. Tim-tim underdog yang pantas di waspadai pada ajang Piala Dunia kali ini adalah Serbia, Denmark, Slovakia dan Slovenia. Ya, keempat negara ini memang sukses mengejutkan publik sepakbola sepanjang babak kualifikasi kali ini.
 
Serbia contohnya, klub asal Eropa Timur ini sukses menggebrak dengan menempati peringkat teratas babak kualifikasi. Serbia bahkan berhasil menaklukkan pesaing terkuatnya Prancis yang harus puas melalui jalur play-off. Hal serupa juga ditorehkan Denmark yang tampil sebagai pimpinan di Grup 1. Skuad Dinamit berhasil memaksa Tim Samba Eropa (Portugal) melewati jalur play-off dan menyingkirkan Swedia yang hanya menjadi penonton di panggung elit dunia nanti.
 
Namun, jangan remehkan juga skuad tuan rumah Afrika Selatan. Kendati lolos tanpa harus melewati jalur kualifikasi atau play-off, Afsel tampaknya harus diwaspadai. Apalagi, mereka juga akan mendapat dukungan penuh dari seluruh penduduk di negaranya. So, akankah Piala Dunia 2010 mendatang bakal menghadirkan juara baru atau, negara itu-itu lagi yang menjadi juara?
(zwr)
TWITTER »
twit