Foto: Ryan Giggs/Reuters
HULL – Manchester United tengah mengalami krisis pemain pada musim ini. Menurut Ryan Giggs, krisis pemain ini merupakan terparah dalam sejarah sepakbola The Red Devils. Benarkah?
Ya, Giggs bukan tanpa sebab mengatakan seperti itu. Pasalnya, dia sudah berada di Old Trafford mulai 1991 silam. Tapi, Giggs belum pernah mengalami situasi seburuk ini sejak United ditangani Sir Alex Ferguson.
Bahkan, dua gelandang bertahan Michael Carrick dan Darren Fletcher terpaksa harus bermain sebagai bek tengah, untuk menambal lubang selama beberapa pekan, menyusul cederanya beberapa pilihan utama.
“Saya tidak pernah mengalami situasi seperti ini sebelumnya,” aku Giggs. “Kami tidak pernah kehilangan banyak pemain dalam satu posisi. Kami hanya memiliki satu bek selama dua atau tiga pekan.”
“Kami memang berhasil menutup lubang itu, tapi sangat sulit sekali. Ini jelas sebuah pukulan telak karena Michael Carrick dan Darren Fletcher tidak terbiasa bermain di belakang,” lanjut winger asal Wales itu.
“Bukan hanya itu, kami juga kehilangan kemampuan dan pengalaman mereka berdua di lini tengah. Tapi, tidak ada yang bisa kami lakukan. Kami harus bisa mengatasi masalah ini,” tegas winger 36 tahun itu.
Namun, sekarang Giggs dan Ferguson bisa bernafas dengan lega. Pasalnya, beberapa pemain seperti Nemanja Vidic dan Wes Brown sudah dapat bermain. Ini menjadi sebuah angin segar buat United.
“Kami harus senang dengan kondisi sekarang. Kami masih berada di posisi kedua. Hal terburuk adalah kami tertinggal empat poin dari Chelsea. Itu akan menambah nasib buruk kami,” tandasnya dikutip Daily Post, Senin (28/12/2009).
(hmr)