JAKARTA - Sepakbola Indonesia belum juga menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Harapan masyarakat terhadap kemajuan sepakbola tanah air kembali hancur setelah langkah Indonesia di SEA Games 2009 harus terhenti lebih cepat.
Ya, tim sepakbola Indonesia harus pulang lebih cepat dari perhelatan SEA Games di Laos setelah gagal meraih satupun kemenangan serta berstatus juru kunci di Grup B. Anak-anak asuh Alberto Bica hanya mampu mengoleksi satu poin ketika menahan Singapura 2-2, 5 Desember lalu.
Kekalahan 0-2 dari Laos serta 1-3 dari Myanmar otomatis menutup peluang Indonesia melangkah ke babak semifinal.
Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng bukan tidak mengerti kekecewaan yang dirasakan masyarakat atas hasil tersebut. Bagaimanapun juga, Andi mengimbau agar masyarakat tidak berhenti mendukung atlet-atlet nasional di Laos.
Hal itu diungkapkan Andi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), usai melaporkan kekayaannya, Senin (14/12/2009) sore. "Saya minta, kita tetap mendukung tim kita yang berada di Laos," ujarnya.
Meski demikian, Andi mengaku sudah menghubungi Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dan membicarakan perbaikan di tubuh organisasi sepakbola nasional itu.
"Sepakbola kita di Laos belum beruntung karena belum sempat menang. Saya sudah bicara dengan Nurdin Halid agar PSSI berbenah dan melakukan evaluasi menyeluruh," jelas Andi.
"Kita bahkan sempat kalah oleh Laos (di SEA Games). Sementara, harapan masyarakat terhadap sepakbola sangat tinggi. Bagaimanapun, sepakbola masih menjadi olahraga paling populer di tanah air," lanjut Andi lagi.
"Karena itu, saya minta kepada PSSI untuk melakukan pembenahan signifikan sehingga kita bisa fokus pada peningkatan prestasi sepakbola."
Sementara, menanggapi meninggalnya wartawan surat kabar Republika, Lukmanul Hakim saat tengah menjalani tugas, Andi berharap dedikasi dan semangat mendiang bisa menjadi contoh bagi para atlet nasional.
"Sudah menjadi tugas pemerintah untuk membantu warga negara dimanapun mereka berada berdasarkan tuntutan pekerjaan. Terutama ketika mengalami musibah," ujar pria 46 tahun.
"Untuk itu, saya menyerahkan jenazahnya kepada pimpinan Republika dan pihak keluarga. Saya berharap, wafatnya almarhum menjadi semangat bagi para atlet karena dia berjuang sampai titik darah penghabisan dalam menjalankan tugasnya. Para atlet perlu mencontoh beliau," tutup Andi.
(Defanie Arianti)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari