Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Laporan dari Laos

Indonesia Kalah Lagi

Mohamad Taufik (Koran Sindo) , Jurnalis-Kamis, 10 Desember 2009 |18:55 WIB
Indonesia Kalah Lagi
F: Soccerway
A
A
A

VIENTIANE - Bukan kemenangan yang diraih, tapi justru malu yang menjadi buah tangan para pemain sepak bola Indonesia saat menginjakan kembali kakinya di Tanah Air. Merah Putih dibuat tak berkutik oleh kolektivitas permainan Myanmar yang mengakhiri perjalanan cabor sepak bola Indonesia lewat kekalahan 1-3 di Stadion Main Stadium, Vientiane, Kamis (10/12/2009).

Menit ke-6 gawang Indonesia sudah kebobolan ketika eksekusi penalti Min Tu sukses mengecoh kiper Frengky Wirawan. Derita Indonesia kian bertambah setelah aksi individu sayap kiri Myanmar, Pai Soe menit 53 berujung bobolnya gawang Indonesia untuk kedu kali.

Merah Putih sempat membuka harapan, tendangan keras Stevie Bonsapia menit 74 gagal dibendung kiper Myanmar, Yaza Win Thein. Namun, semuanya kembali buyar akibat lemahnya koordinasi lini belakang Indonesia. Situasi kemelut di muka gawang Indonesia, berhasil dimaksimalkan bek Myanmar Moe Sin yang dengan mudahnya menceploskan bola di menit 71.

"Keseluruhan permainan Indonesia kemarin memang jauh dari yang diharapkan. Myanmar bermain layaknya sebuah tim. Mereka bermain lebih baik dibanding Indonesia, menyerang dan bertahan bersama-sama. Dibanding saat menghadapi Singapura dan Laos, dari sisi permainan mengalami penurunan," kata Manajer Timnas, Andi Darussalam Tabusala.

Gagal maju ke semi final dan berstatus sebagai juru kunci grup B, prestasi timnas sepak bola Indonesia di SEA Games XXV/2009 lebih buruk dibanding saat gagal di Nakhon Ratchasima, Thailand, dua tahun silam. Tapi Andi menolak pencapaian di Laos ditafsirkan sebagai fakta jika kekuatan sepak bola Indonesia kini mulai disalip negara lain dan cenderung mengalami penurunan.

"Kami tak melihat dan mengukurnya dari pencapaian posisi. Yang pasti kami tak mau mencari banyak alasan, termasuk mengeluhkan masalah non teknis seperti kondisi lapangan dan lainya. Saya kira sepak bola memang sudah semakin global," terang Andi.

Kegagalan di SEA Games 2009, memunculkan banyak pertanyaan salah satunya seputar nasib pelatih Alberto Bica, Bica diisukan tak akan diperpanjang dan bakal segera digeser. Muncul nama Ivan Kolev yang kabarnya memang bakal segera diplot sebagai suksesor pelatih senior, Benny Dollo yang habis masa kontraknya usai kualifikasi Piala Asia 2011.

Andi mengakui dirinya sudah berbicara dengan Nurdin dan nama Kolev jadi nama yang menurutnya masih cukup layak ditempatkan di posisi pelatih kepala. Pelatih asal Bulgaria tersebut, bisa dikatakan sering keluar masuk posisi pelatih timnas Indonesia. Terakhir kali Kolev berstatus pelatih timnas saat Merah Putih tampil di kualifikasi Piala Dunia 2010.

"Memang beberapa hari lalu saya sudah bicara dengan Ketua Umum (Nurdin Khalid) untuk membicarakan masalah ini. Saya belum bisa bicara banyak mengenai masalah ini, lebih baik diserahkan kepada BTN, mereka lebih berwenang," jelasnya.

(Azwar Ferdian)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement