VIENTIANE - Timnas Sepakbola SEA Games Indonesia dihadapkan pertandingan hidup mati. Pasukan Alberto Bica wajib menang saat menghadapi Myanmar pada paga laga akhir babak penyisihan Grup B di Main Stadium, National Sports Complex, Vientiane, Kamis, (10/12/2009).
Saat ini, Indonesia masih terjerembab di urutan paling bawah dengan satu poin, sama seperti yang dikemas Myanmar. Tim Merah putih dipastikan angkat koper bila tuan rumah Laos dan Singapura bermain imbang. Kedua negara tersebut sudah mengemas empat poin.
Seandainya Laos kalah, Indonesia juga sulit mencapai babak semifinal. Bila ingin ke babak empat besar, Indonesia harus menggilas Myanmar, minimal dengan empat gol, dengan catatan Singapura kalah.
Saat okezone menyaksikan sesi latihan di Army Stadium, Selasa (8/12/2009), tampak Bica serius memperhatikan jalannya latihan. Bahkan manajer Manajer Timnas SEA Games Andi Darussalam Tabusalla tampak serius memperhatikan jalannya latihan.
Usai latihan, Andi menjelaskan target yang harus dipenuhi timnya adalah maraih angka penuh. Dengan demikian luka kekalahan dari Laos bisa terobati meski harus angkat koper lebih awal. Kemenangan merupakan harga mati.
"Saya hanya menginginkan tim membukukan kemenangan. Saya juga tidak peduli dengan hasil pertandingan Laos melawan Singapura," kata Andi usai menyaksikan latihan, Selasa (8/12/2009) sore.
Andi juga tidak terkejut dengan kemampuan Laos menahan Myanmar 1-1. Pasalnya, Laos dibesut Alfred Riedle, yang pernah manangani Myanmar. Saat dilatih Riedle, Myanmar juga pernah menundukkan Indonesia pada Piala AFF.
"Saya tidak terkejut bila Laos mampu menahan Laos. Mereka dilatih Riedle yang juga pernah melatih Myanmar," tegas Andi.
(
fmh)