Foto: Daylife
LAGA pamungkas penyisihan Grup C Liga Champions akan menjadi pertaruhan tiga tim; Real Madrid, AC Milan dan Olympique Marseille. Ketiga tim ini dipastikan harus meraih poin penuh di pertandingan terakhir, Rabu (9/12/2009) dini hari, jika ingin mendapatkan dua tiket menuju babak knock out.
Perburuan tiket babak 16 besar di Grup C memang harus dilalui hingga matchday pamungkas. Madrid yang mengoleksi 10 poin untuk sementara berada di tempat teratas, diikuti Milan (8 poin) dan Marseille di tempat ketiga dengan tujuh. Satu kontestan lain, FC Zurich dipastikan tersingkir karena hanya mengoleksi 3 poin dan terbenam di dasar klasemen.
Marseille 45 - 55 Real Madrid
Kendati menduduki puncak klasemen, namun El Real dipastikan tak boleh jumawa. Pasalnya, jagoan asal Spanyol itu masih mungkin tersingkir jika kalah dengan skor besar dari Marseille yang akan menjadi lawannya di Stade Velodrome. Sementara di pertandingan lain, Rossoneri sukses menumbangkan FC Zurich.
Di atas kertas, Madrid datang markas Marseille dengan misi terbilang mudah. Pasalnya, Raul Gonzalez dkk hanya membutuhkan hasil imbang atau minimal kalah dengan skor tak lebih dari 0-3 untuk bisa memastikan diri ke babak 16 besar. Jika menilik sejarah pertemuan kedua tim, Madrid jauh mengungguli wakil Prancis tersebut. Dari total tiga pertemuan kedua tim di pentas Eropa, Madrid menyapu bersih kemenangan, termasuk kemenangan 2-1 di Stade Velodrome pada ajang Liga Champions 2003 silam.
Namun, perhitungan serta sejarah di atas nampaknya tak bisa dijadikan acuan hasil pertandingan nanti. Sebab, selain mendapat dukungan penuh supporter, pelatih Didier Deschamp juga pastinya bakal menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil full menyerang demi mengejar defisit gol saat dikalahkan El Real 0-3 di pertemuan pertama di Santiago Bernabeu.
Pada pertandingan nanti, Deschamp tampaknya bakal memberikan kepercayaan kepada Brandao dan Mamadou Niang sebagai ujung tombak di lini depan. Niang sendiri tengah berada dalam kepercayaan diri tinggi usai menyumbang satu gol saat Marseille menundukkan Nice 3-1 pada lanjutan Ligue1, akhir pekan kemarin.
Namun, tak menutup kemungkinan pula mantan kapten Timnas Prancis ini bakal melakukan manuver dengan mengubah formasi 4-4-2 menjadi 4-3-3, mengingat Marseille harus menang besar untuk bisa lolos. Dengan tiga pemain di lini depan, Deschamp kemungkinan bakal menurunkan bomber veteran Fernando Morientes yang pastinya cukup mengenal karakter permainan Madrid, karena sempat merumput di Bernabeu.
Di lain kubu, Madrid dipastikan takkan diperkuat salah satu bintang termahalnya Ricardo Kaka yang mengalami cedera. Kendati tanpa Kaka, pelatih Manuel Pellegrini masih menyimpan segudang pemain berkelas dalam skuadnya. Sebut saja Cristiano Ronaldo yang telah pulih dari cedera.
Kembalinya winger asal Portugal ini memberikan pengaruh yang cukup besar. Terakhir, Ronaldo berkontribusi besar dibalik kemenangan 4-2 yang diraih Madrid atas Almeria pada lanjutan La Liga, akhir pekan kemarin. Namun, CR9 dipastikan harus melupakan sejenak memori kelam kala bentrok kontra Marseille di pertemuan pertama, September lalu.
Diketahui, pada pertemuan pertama yang akhirnya dimenangkan Madrid ini, Ronaldo harus menerima kenyataan pahit dibekap cedera. Mantan bintang Manchester United ini divonis cedera engkel dan harus beristirahat selama beberapa bulan. So, bagaimanakah hasil pertarungan sengit ini?
FC Zurich 45 - 55 AC Milan
Di saat bersamaan, AC Milan juga mengemban tugas berat saat bertandang ke markas FC Zurich di Stadion Letzigrund. Rossoneri juga diwajibkan memetik poin penuh untuk bisa mengamankan tiket ke babak knock out.
Pada laga tandang ke Zurich, Swiss nanti, Milan mengusung misi balas dendam atas kekalahan menyakitkan 0-1 pada pertemuan pertama di San Siro. Saat itu, Milan yang tengah goyah harus mengaku keunggulan jawara Liga Swiss lewat gol tunggal yang dilesakkan Hannu Tihinen.
Namun kini, Milan jauh lebih siap. Skuad besutan Leonardo Araujo ini telah menem`ukan performa terbaiknya. Terbukti, Milan sukses menyapu bersih kemenangan di lima pertandingan terakhirnya di kancah domestik (Serie A). Dengan mengandalkan trio Ronaldinho Gaucho, Alexandre Pato dan Marco Borriello/Klaas Jan Huntelaar yang mulai bersinar, Milan dipastikan bakal tampil menyerang demi mengamankan tiket lolos ke fase knock out.
Meraup kemenangan memang menjadi skema terbaik Milan untuk lolos. Pasalnya, posisi Milan masih rawan tersalip Marseille yang hanya terpaut satu poin. Jika Milan kalah atau imbang lawan Zurich, sementara Marseille sukses menekuk Madrid, maka, skuad Iblis Merah pun harus mengubur dalam-dalam impian berjaya di Liga Champions, setelah absen musim lalu.
Milan memang pantas waspada saat bertandang ke Letzigrund. Pasalnya, kubu I Rossoneri memiliki memori buruk saat menghadapi Zurich di kandangnya. Ya, musim lalu Milan sempat dipaksa tunduk 0-1 oleh Zurich di ajang UEFA Cup (sekarang Europa League). Rekor keseluruhan head to head kedua tim, Milan juga kalah dari Zurich. Dari tiga pertemuan, Milan hanya meraup satu kemenangan dan merasakan dua kali kalah.
Nah, modal itulah yang tampaknya bakal menjadi pemicu Zurich bakal tampil serius kendati tak lagi memiliki peluang di Liga Champions. Pelatih Bernard Challandes pastinya menginginkan anak asuhnya untuk menjaga rekor manis tersebut. Well, mampukah Milan melewati hadangan Zurich sekaligus membalaskan dendam di pertemuan pertama?
(acf)