Sepakbola - Sepakbola Dunia


Collina: Sepakkbola Butuh Bantuan Teknologi

Selasa, 24 November 2009 - 03:52 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Achmad Firdaus - Okezone
Foto: Ist

ROMA - Insiden hand-ball yang dilakukan Thierry Henry di babak play-off Piala Dunia 2010 telah mencoreng kredibilitas wasit dalam memimpin jalannya pertandingan. Wasit senior Pierluigi Collina pun angkat bicara. Collina menilai, sudah saatnya sepakbola menggunakan bantuan teknologi untuk menghasilkan pertandingan yang fair.

Ya, keputusan wasit Martin Hansson mengesahkan gol yang memupuskan peluang Rep Irlandia berlaga di Piala Dunia 2010, usai kalah aggregat 1-2 itu, kontan banyak menuai kritikan tajam publik dunia. Pasalnya, dalam tayangan ulang, terlihat jelas Henry dua kali menahan bola dengan tangannya, sebelum melepaskan umpan yang dikonversi menjadi gol oleh sundulan William Gallas.

Menyikapi gol tersebut, Hansson sempat berargumen jika dirinya tidak berada dalam posisi ideal untuk melihat jelas insiden tersebut. Setelah melihat tayangan ulang, wasit asal Swedia ini pun mengajukan permintaan maaf atas kelalaiannya itu.

Atas insiden yang mencoreng dunia sepakbola ini, Collina angkat bicara. Pelatih senior asal Italia ini menilai, wasit tak bisa disalahkan atas insiden tersebut. Menurutnya, solusi terbaik untuk meminimalisir terjadinya kasus serupa adalah dengan mengaplikasikan teknologi di dunia sepakbola.

"Pada era sekarang, teknologi telah berkembang sangat pesat jika dibandingkan seorang manusia yang berusaha membuat dirinya berkembang," ujar Collina kepada Radio Anchio Lo Sport, seperti dikutip Goal, Selasa (23/11/2009).

"Sebuah solusi harus segera ditemukan. Saya pikir, adanya pengadil di belakang garis gawang akan bisa membantu wasit untuk melihat dengan lebih baik apa yang terjadi," tambah mantan wasit terbaik dunia ini.

"Insiden yang dialami Henry hanya terjadi dalam hitungan detik, dan seorang wasit mungkin bisa merasakan hal tersebut dengan melihat gelagat sang pemain. Tapi, ini merupakan waktu di mana wasit tak meilhat suatu hal yang aneh di lapangan," tutupnya.

Untuk membuat sepakbola lebih fair, tampaknya FIFA selaku otoritas tertinggi sepakbola dunia harus memberi perhatian lebih atas usul Collina ini. Mungkin, sepakbola harus mulai mengikuti jejak olahraga Tenis yang memiliki tekhnologi hawk-eye untuk menentukan bola masuk atau keluar.

Atau bahkan, FIFA harus merealisasikan wacana penambahan dua wasit (total enam wasit), yang bertugas menjaga di belakang gawang masing-masing tim yang bertanding?

(acf)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Selasa, 09 Februari 2010 23:17 wib

    Pelita & Persitara Tampil Diperkuat Amunisi Baru

  • Selasa, 09 Februari 2010 22:12 wib

    Nyaris Kerampokan, Mourinho Diperiksa Polisi

  • Selasa, 09 Februari 2010 21:19 wib

    Laga Persitara-Pelita, Misi Lepas Status Juru Kunci

  • Selasa, 09 Februari 2010 20:16 wib

    Tandang Perdana Persija Tanpa Bepe

  • Selasa, 09 Februari 2010 19:25 wib

    Menteri Pertahanan Italia Bela Balotelli

  • o3 o4