Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Deco: Portugal Beruntung

Defanie Arianti , Jurnalis-Minggu, 15 November 2009 |16:19 WIB
Deco: Portugal Beruntung
Foto: Reuters
A
A
A

LISBON - Portugal meletakkan satu kaki ke putaran final Piala Dunia 2010 usai menang tipis 1-0 atas Bosnia-Herzegovina pada leg pertama playoff, Minggu (15/11/2009) dini hari. Meski begitu, gelandang Chelsea Deco mengakui jika kemenangan tersebut tak lepas dari faktor keberuntungan.

Defender Porto Bruno Alves mencetak satu-satunya gol di pertandingan setelah memaksimalkan umpan silang Nani dengan sundulan kepalanya. Keunggulan Selecao di menit 31 pun tidak berubah hingga laga berakhir.

Kendati demikian, bukan berarti tim tamu tidak mampu memacu detak jantung publik Estadio da Luz. Di penghujung laga, striker maut Edin Dzeko nyaris menjebol gawang Eduardo melalui sundulan kepala. Begitu juga Zlatan Muslimovic yang masuk di menit 81.

Deco tidak menampik bahwa faktor keberuntungan berperan besar dalam kemenangan skuad asuhan Carlos Queiroz.

"Pada akhirnya, kami memang mendapat keberuntungan. Tapi, keunggulan ini belum menentukan. Yang terpenting adalah, kami tidak kebobolan," cetus gelandang 32 tahun sebagaimana dilansir reuters.

"Ini adalah pertandingan yang sulit. Tapi, secara keseluruhan, kami tampil lebih baik dan memegang kendali hampir sepanjang laga," imbuhnya.

Lebih lanjut, pemain bernama lengkap Anderson Luis de Souza mengimbau rekan-rekan setimnya untuk mengupayakan gol pada leg kedua di Zenica, tengah pekan mendatang.

"Jika kami mampu mencetak gol di Zenica, segalanya akan lebih mudah. Tapi, kami harus bermain cerdas dan berusaha mempertahankan bola," tegasnya.

(Defanie Arianti)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement