Foto: Daylife
DUBLIN - Kritik pedas dilontarkan pelatih Republik Irlandia Giovanni Trapattoni terhadap FIFA terkait rencana pembagian grup unggulan dalam pengundian babak play-off Piala Dunia 2010. Menurutnya, cara seperti itu akan membunuh esensi sepakbola.
Mungkin lontaran dari Trapattoni muncul dari rasa takut yang tengah menghinggapinya. Ya, dengan pembagian grup unggulan maka anak-anak asuhnya bisa dipastikan bakal bertemu tim besar seperti Prancis, Jerman, Rusia dll seandainya mampu finis sebagai runner-up grup dibabak kualifikasi.
Dengan nada kesal Mr Trap tanpa sungkan mencaci keputusan FIFA tersebut. Dia juga menganalogikannya dengan rencana pembentukan 'Superlaegue' oleh tim-tim besar Eropa beberapa waktu silam.
"Solusi ini akan membunuh sepakbola. Beberapa tahum lalu tim-tim besar Eropa sempat merancang Superlaegue, tapi akhirnya batal, mereka sadar akan bahayanya . Saya pikir ini adalah situasi yang serupa," ketus Trapattoni.
"Setiap Timnas punya hak yang sama dan membentuk grup unggulan telah melanggar prinsip. Tapi bagaimanapun juga saya paham bahwa tim-tim besar mengatur segalanya," sambung pelatih veteran itu.
Senada dengan Trapattoni, kiper The Boys in Green (julukan Timnas Rep Irlandia) Shay Given juga mencerca keputusan federasi yang dipimpinan Sepp Blatter itu. Dia berpikir kalau FIFA kini lebih berpihak kepada tim-tim besar saja.
"Luar biasa, FIFA akhirnya mengeluarkan aturan itu disaat beberapa tim besar tengah berjuang keras untuk bisa lolos. Ini benar-benar menjijikkan," seru Given seperti disitat Goal, Kamis (8/10/2009). (msy)