Kritik Puasa, Mourinho "Disentil" Ormas Islam Italia

Achmad Firdaus - Okezone
Rabu, 26 Agustus 2009 01:04 wib
Foto: Daylife
Foto: Daylife
MILAN - Jose Mourinho benar-benar pelatih yang akrab dengan kontroversi. Belum reda perselisihannya dengan Marcelo Lippi, kini arsitek Inter Milan ini kembali membuat ulah, dengan pernyataan mengejutkannya tentang Ramadan. Apakah yang dikatakannya?

Ya, bertepatan dengan Ramadan yang jatuh saat kompetisi Serie A bergulir, Mourinho memberikan kritikan pedas tentang salah satu pemainnya Sulley Muntari. Gelandang muslim yang pastinya menjalankan ibadah puasa ini dinilai The Special One tampil buruk saat Inter ditahan 1-1 Bari di pekan perdana.

Dalam laga tersebut, Muntari hanya bermain 30 menit. Namun, pelatih dengan julukan lain The Big Mouth ini menilai, puasa telah memberikan dampak buruk bagi performa gelandang asal Ghana itu di atas lapangan.

"Muntari memiliki masalah yang berhubungan dengan Ramadan - Mungkin dengan suhu (cuaca panass-red) seperti ini, Muntari tak seharusnya berpuasa," ujar Mourinho selepas laga perdana itu.

"Ramadan tak datang di waktu yang tepat, terutama bagi para pemain yang tetap harus bermain," tambahnya.

Komentar ?nyeleneh' yang kali ini dilontarkan Mourinho kontan mendapat reaksi keras dari Komunitas Organisasi Islam di Italia (UCOII). Mohamed Nour Dachan, pimpinan UCOII pun langsung 'menyentil' pelatih asal Portugal itu.

"Saya rasa, Mourinho seharusnya tidak membicarakan hal ini," ketus Dachan sebagaimana dikutip Goal, Rabu (26/8/2009).

"Seorang pemain yang beragama Islam dan menjalankan ibadah puasa tidak menggaransinya tampil buruk di lapangan. Kami tahu, bahwa obat-obatan dalam olahraga dan stabilitas mental serta kondisi psikologis akan membuat seorang pemain menampilkan performa bagus," tambahnya.

"Seorang penganut Kristen, Yahudi atau bahkan Islam yang memiliki pikiran yang tenang, mereka pasti akan selalu menampilkan performa apik di lapangan," cetus Dachan, geram.

Muntari memang bukan satu-satunya pesepakbola yang menjalankan ibadah puasa di tengah kompetisi ketat. Sejumlah pesepakbola muslim lainnya, seperti Freddie Kanoute (Sevilla), Karim Benzema dan Mahammadou Diarra (Real Madrid), sempat mengatakan "puasa sama sekali tak mengganggu performa mereka di atas lapangan."

(acf)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit