JAKARTA - Pembatalan kedatangan Manchester United ke Jakarta akibat meletusnya bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton mengundang pesimisme masyarakat tentang rencana Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Tapi sebuah wadah kepedulian yang mengatasnamakan MSBI (Masyarakat Sepakbola Indonesia) mengajak semua golongan menyingkirkan anggapan tersebut.
Dalam konfrensi pers yang digelar di kantor PSSI pada, Rabu (22/7/2009) ketua MBSI Sarman Hakim memberikan pemaparan serta pernyataan sikap. Dia meminta seluruh warga masyarakat Indoneia berpikir positif tentang pencalonan Indonesia tersebut.
Sarman mengatakan bahwa kunci agar bisa mewujudkan impian besar itu adalah kepercayaan dan dukungan masyarkat sendiri. Dia percaya kalau seluruh bangsa bersatu maka bukan tidak mungkin FIFA sebagai pengambil kebijakan akan melirik bahkan mempertimbangkan keinginan besar itu.
"Kuncinya hanya satu, bangsa ini harus bersatu mendukung pencalonan tuan rumah dan tentunya tetap berpikir positif akan hal tersebut," ungkap Sarman.
Mengenai bom di Kuningan, Sarman mengatakan bahwa itu belum tentu menjadi sebuah tolak ukur keamanan. Dia pun membandingkan kondisi sosial masyarakat Afrika Selatan yang dianggapnya lebih menakutkan ketimbang di tanah air.
"Masalah bom itu adalah tugas kita bersama untuk menginggatkan pihak yang berwenang serta meyakinkan dunia Internasional bahawa Indonesia cukup aman. Jika dibandingkan dengan Afsel saya rasa di sana lebih menyeramkan," tandasnya.
"Ketika saya berada di sana, saya selalu diinggatkan penjaga hotel dan pihak berwajib bahwa di luar sana rawan tindak kriminal, tapi FIFA tetap menunjuk mereka. Jika mereka bisa, mengapa kita tidak? sekali lagi saya tegaskan bahwa kuncinya ada pada dukungan masyarakat, apalagi sepakbola adalah olahraga nomor satu di tanah air," tutupnya.
(Azwar Ferdian)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.